Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ekonomi Belum Pulih, Rojali dan Rohana juga Hinggapi Sleman City Hall

Delima Purnamasari • Senin, 25 Agustus 2025 | 02:00 WIB

 

General Manager SCH Sebastianus Jony Yudyantara
General Manager SCH Sebastianus Jony Yudyantara
 

SLEMAN - Fenomena Rombongan Jarang Beli (Rojali) dan Rombongan Hanya Nanya (Rohana) di pusat perbelanjaan ramai jadi pembahasan. Kehadiran mereka disebut sebagai cerminan kondisi ekonomi masyarakat. 

General Manager Sleman City Hall (SCH) Sebastianus Jony Yudyantara menyebut, Rojali dan Rohana juga banyak ditemui di mal yang berlokasi di Tridadi ini. Dia menilai ini menunjukkan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Namun, animo masyarakat sudah mulai kembali masuk ke mal lagi. 

 Baca Juga: Takut Ditarik Royalti, Sopir Bus di Kebumen Dilarang Setel Musik

"Memang hanya tanya dan lihat-lihat dulu. Tapi bagi kami tidak masalah," katanya. 

Jony menyebut, fenomena ini tetap merupakan berkah. Terlebih, apabila mengingat kondisi saat pandemi yang terasa begitu berat bagi para pengusaha. 

Dengan masyarakat datang lagi ke mal, setidaknya bisa menyaksikan beragam hal yang ditawarkan. Mal sendiri dia sebut bukan hanya untuk orang yang beli. Namun, siapa pun yang ingin menikmati. 

 Baca Juga: Pameran Temporer Hamong Nagari 2025 Resmi Ditutup

"Bagi yang hanya mau ngadem pun boleh. Kami akan terima dengan senang hati," katanya. 

 

Saat ini, jumlah pengunjung juga bisa kembali normal. Sebab di hari biasa, pengunjung mulai 14.000-15.000 orang. Sedangkan pada akhir pekan, mencapai 20 ribu orang sehari. "Tentu kami tetap berharap ekonomi semakin membaik. Jadi, animo dan daya beli juga naik," katanya. 

 

Untuk meningkatkan pendapatan, SCH sendiri berupaya dengan membuat berbagai acara tematik yang menghadirkan pengunjung dengan segmen tertentu. Apabila sektor Food and Beverage (FnB) sedang lemah maka akan dibuat festival kuliner. Begitu pula untuk bidang lain, seperti elektronik. 

 

"SCH adalah mal untuk event dan community. Kami buka lebar untuk semua beraktivitas di sini," katanya. 

 

Jony menyebut, akan mengadakan kegiatan sebanyak mungkin dengan berbagai tema. Termasuk mewadahi berbagai komunitas. Contohnya, sepatu roda dan wushu. 

 Baca Juga: Muswil VI Usung Tema Kokoh Bersama Majukan DIY untuk Indonesia, PKS DIY Kukuhkan Kepengurusan dan Berikan Apresiasi kepada Kader Berprestasi

Sementara itu, salah satu warga Sleman Annisa Husna menyebut, window shopping memang kerap jadi salah satu hiburan yang dipilih. Dia mengaku tetap datang ke mal untuk mendapatkan pengalaman menyenangkan. Baik itu mencari referensi barang lucu hingga pakaian. 

 

"Kalau di mal itu juga bisa pegang barangnya. Nanti kalau ternyata mahal, cari barang sejenis di toko online," katanya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Rombongan Hanya Nanya #daya beli #Rohana #mal #rojali #Sleman City Hall #fenomena #pusat perbelanjaan #ekonomi masyarakat #Rombongan Jarang Beli