Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nilai Ekspor Sleman Turun, Eksportir Coba Rambah Pasar Dalam Negeri

Delima Purnamasari • Kamis, 21 Agustus 2025 | 02:15 WIB

Ketua Tim Kerja Distribusi dan Pemasaran Disperindag Sleman Fitriana Nurhayati
Ketua Tim Kerja Distribusi dan Pemasaran Disperindag Sleman Fitriana Nurhayati
 

SLEMAN - Ekspor memiliki peran penting bagi pembangunan daerah. Walau demikian, nilai ekspor Kabupaten Sleman saat ini mengalami penurunan. 

 

Ketua Tim Kerja Distribusi dan Pemasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Fitriana Nurhayati menjelaskan, saat ini baru dirilis nilai ekspor pada triwulan pertama. Pada 2025 angkanya mencapai 28,02 juta USD. Sementara untuk periode yang sama pada 2024, angkanya mencapai 34,16 juta USD. 

 Baca Juga: UHC di Bantul Tembus 98,2 Persen, Pemkab Siapkan Rp 60 Miliar untuk Jamkesda 2026

"Memang terjadi penurunan. Tapi ini lebih karena situasi global," katanya ditemui di Pendopo Parasamya Rabu (20/8). 

Meski demikian, angka ini belum bisa disimpulkan akankah terjadi penurunan kumulatif atau tidak. Harus dilihat utuh selama satu tahun ke depan. 

Sementara soal adanya kebijakan Amerika Serikat, saat ini telah ada kesepakatan baru. Ketika sebelumnya ada penundaan, kini proses ekspor sudah kembali berjalan. 

 Baca Juga: Pemkot Jogja Siapkan Bantuan Biaya Perguruan Tinggi, Salah Satu Syaratnya IPK Minimal 2,5

"Kebijakan tarif lebih pada harga produk. Jadi dibebankan pada konsumen negara tujuan," tambahnya. 

Untuk mendorong para pelaku usaha eksportir, dia menyebut pemerintah daerah tidak dapat memberikan insentif. Lantaran itu merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. 

Sementara ini, Disperindag terfokus pada eksportir pemula melalui business matching. Sehingga, produk mereka dipasarkan melalui eksportir yang sudah besar. "Beberapa eksportir juga mulai merambah pasar dalam negeri, seperti industri furnitur," katanya. 

 Baca Juga: Imbas Sungai Meluap, Tiga Trash Barrier Sungai di Kota Jogja Jebol

Meski demikian, dia menyebut selera pasar dalam negeri dan luar negeri pasti berbeda. Jadi diperlukan penyesuaian. 

 

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman Dwi Wulandari menjelaskan, PT Mataram Tunggal Garment sebagai salah satu eksportir asal Sleman juga sudah mulai beroperasi. Namun belum optimal seratus persen, lantaran peristiwa kebakaran yang menimpa pada Mei lalu. "Jadi produksi di bagian pabrik yang tidak terbakar dan menyewa di beberapa tempat," katanya. (del/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#ekspor #nilai ekspor #furnitur #Business Matching #Kabupaten Sleman #eksportir #dinas perindustrian dan perdagangan #Disperindag #Amerika Serikat #pembangunan daerah