Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bank Sleman Ajukan Izin Penggunaan QRIS dan M-Banking ke Bank Indonesia, Ini Alasannya

Delima Purnamasari • Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:05 WIB
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
 
SLEMAN -  PT BPR Bank Sleman terus berupaya beradaptasi dengan teknologi. Salah satunya dengan mengajukan izin penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) dan Mobile Banking (M-Banking). 
 
Direktur Utama Bank Sleman Dandung Sriyadi menjelaskan, izin tersebut tengah diurus pada Bank Indonesia. Harapannya tidak memerlukan waktu lama. 
 
"Nunggu semoga secepatnya. Insya Allah tahun ini," ungkapnya.
 
Baca Juga: Meski Berstatus Rekrutan Baru, Reva Adi Utama Mengaku Senang dan Antusias Jadi Kapten Tim PSIM Jogja 
 
Untuk saat ini nasabah Bank Sleman bisa melakukan transaksi secara non-tunai melalui ATM. Masyarakat bisa mengaksesnya di kantor hingga rumah sakit. Nasabah Bank Sleman sendiri jumlahnya lebih dari 50 ribu. Sebagian besar merupakan warga Bumi Sembada. 
 
"Kami satu-satunya Bank BPR BUMD milik pemerintah daerah yang diberikan izin ATM oleh Bank Indonesia," katanya. 
 
Baca Juga: Sebanyak 27 Ribu Batang Rokok Ilegal Disita Satpol PP Bantul, 14 Toko di Bantul Jual Rokok Ilegal Sepanjang 2025
 
Disinggung soal penyaluran kredit, Dandung menyebut pada semester pertama tahun ini sudah mencapai Rp 750 miliar. Sementara soal kredit macet juga masih jauh di bawah ketentuan OJK sebesar lima persen. Laba yang tercatat sudah Rp 10 miliar dengan target akhir tahun Rp 17,3 miliar. 
 
"Kredit dalam kondisi baik. Ada kredit produktif, konsumtif, hingga kredit emas," katanya. 
 
Baca Juga: RSUD Nyi Ageng Serang Kulon Progo Segera Diperluas untuk Persiapan Tol Jogja-YIA dan Kota Satelit Sentolo, Begini Penjelasan Bupati
 
Dandung menyebut, Bank Sleman berupaya untuk terus meningkatkan layanan pada nasabahnya. Termasuk dengan merelokasi cabang di Kapanewon Godean. Saat ini telah ada tiga cabang tersedia. Mulai dari Kapanewon Sleman, Kapanewon Godean, hingga Kapanewon Kalasan.
 
"Kami juga memastikan tidak ada nasabah yang mengalami pembekuan oleh PPATK," tambahnya. (del) 
Editor : Sevtia Eka Novarita
#atm #M-Banking #Quick Response Code Indonesia Standard #teknologi #nasabah #QRIS #Beradaptasi #bank indonesia #OJK #mobile banking #PT BPR Bank Sleman #bank sleman #transaksi #penyaluran kredit #izin