Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keracunan Masal MBG di Mlati, Sleman, Guru Ikut Diare karena Khawatir Makanan Mubazir

Delima Purnamasari • Kamis, 14 Agustus 2025 | 10:30 WIB
Armada dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) melintas di dekat sejumlah ambulans yang siaga di dekat SMP Muhammadiyah 1 Mlati, Sleman, kemarin (13/8).
Armada dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) melintas di dekat sejumlah ambulans yang siaga di dekat SMP Muhammadiyah 1 Mlati, Sleman, kemarin (13/8).

 

SLEMAN - Tujuh guru di SMP Muhammadiyah 3 Mlati turut menjadi korban menu MBG rawon daging sapi. Alasannya katena ikut mencicipi makanan tersebut. Di saat beberapa siswa yang menolak mengosumsinya.

 

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Mlati Yulia Rachmawati menjelaskan, ada 90 orang di sekolahnya yang terdampak. Namun, tujuh di antaranya adalah guru. Mereka mencicip MBG lantaran saat kejadian banyak siswa yang menolak untuk mengonsumsinya.

Hal ini dilakukan karena khawatir makanan yang diberikan jadi mubazir.  "Yang menolak itu sehat. Tapi guru yang mencicipi ikut kena diare," katanya kepada awak media, Rabu (13/8). 

 Baca Juga: Perangkat Desa di Kebumen Minta Siltap Setara Gaji ASN, dari Rp 2.025.000 Jadi Rp 2.184.000 per Bulan

Awal disadari adanya keracunan ini lantaran banyak siswa yang izin tidak masuk sekolah. Setelah dipastikan alasannya ternyata semuanya mengeluhkan diare sejak pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari.  "Mereka yang di sekolah menunjukkan gejala yang sama. Diare, mengeluhkan sakit perut, dan bolak-balik ke kamar mandi," katanya

 

Dia berkesimpulan kondisi ini disebabkan oleh MBG. Lantaran tidak mungkin karena makanan yang diolah dari rumah. Mengingat sekolah lain juga mengalami hal serupa. 

"Kesimpulan kami karena MBG itu. Kami langsung koordinasi dengan penyedia dan pemerintah setempat," tambahnya. 

 Baca Juga: Ramai Tersebar Video Pembukaan Outlet Miras di Sleman, Pemkab Buat Laporan ke Pemerintah Pusat

Para siswa yang di sekolah langsung dirujuk menuju Puskesmas Mlati 2. Sementara yang di rumah dianjurkan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. 

Dia menyebut dari sekolah turut menerima komplain dari para orang tua. Esok hari pihak sekolah akan mengumpulkan mereka untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi. 

"Kami sendiri ada kekhawatiran. Jadi SPPG mengevaluasi dan distop dulu. Kalau aman baru mau MBG lagi," tambahnya.

 Baca Juga: Butuh Waktu Sejam dan 90 Orang untuk Bentangkan Merah Putih Raksasa Tepat di Atas Hulu Kali Kuning

Deputi Bidang Pengaduan MasyarakatJogja Corruption Watch (JCW) Baharudin Kamba mendesak agar program MBG dihentikan setelah rentetan kasus keracunan yang menimpa siswa di berbagai daerah.  Dia menduga kualitas makanan yang disediakan tidak memenuhi standar gizi minimal yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Mengacu maraknya kasus keracunan diduga dari menu MBG yang disantap oleh siswa, maka sudah saatnya Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tanggung jawabnya dengan menghentikan segera proyek MBG,” paparnya. (del/pra) 

 

Editor : Heru Pratomo
#keracunan mbg sleman #rawon daging sapi #menu #Guru #Siswa #puskesmas #Mlati Sleman #ambulans #keracunan masal #SPPG #BGN #SMP Muhammadiyah