Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mortir yang Ditemukan di Ngemplak Berhasil Diledakkan, Polisi Pastikan Lokasi Sudah Steril

Delima Purnamasari • Rabu, 13 Agustus 2025 | 02:36 WIB

 

Komandan Satuan Brimob Polda DIY Kombes Pol Edi Suranta Sinulingga
Komandan Satuan Brimob Polda DIY Kombes Pol Edi Suranta Sinulingga
SLEMAN - Disposal peluru mortir yang ditemukan di Padukuhan Tanjung, Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak telah berhasil dilakukan pada Selasa (12/8). Pemusnahan ini dilakukan di Padukuhan Besalen, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan.
 
Berdasarkan pengamatan Radar Jogja di lokasi peledakan terlihat pohon-pohon tumbang. Sementara sebagian tanah di sekitar lubang juga terlihat longsor.
 
Baca Juga: Dua Pemain Baru PSS Sleman Datang, M. Kanu dan Syaiful Djoge Bahkan Sudah Ikut Latihan
 
Komandan Satuan Brimob Polda DIY Kombes Pol Edi Suranta Sinulingga menjelaskan, bom 1,8 meter merupakan yang paling besar ditemukan di DIY. Pada tahun 2019 ada penemuan serupa, tetapi hanya satu meter. Dia menyebut sampai memanggil pasukan dari Jakarta untuk untuk memastikan proses ini berjalan lancar. 
 
Proses pemindahan dari lokasi temuan di Ngemplak menuju Cangkringan juga jadi tantangan tersendiri. Hal ini dilakukan secara manual dengan standar operasional tertentu. Tidak bisa sekadar diangkat hanya dengan empat atau lima orang. Harus menggunakan alat manual secara perlahan. 
 
Baca Juga: Rencana Malioboro Full Pedestrian Kembali Gagal Dilakukan Tahun Ini, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Sebut Kendalanya di Sirip-Sirip
 
"Biasanya temuan granat nanas, manggis, atau bom militer kecil itu gampang. Tapi ini penanganan khusus," sebutnya ditemui di sekitar lokasi peledakan Selasa (12/8). 
 
Peledakan sendiri dilakukan dengan memasang sumbu ledak. Seluruh prosesi dia nyatakan aman dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun yang terluka. 
 
"Kami pindahkan kemari lalu secara utuh langsung dilakukan disposal. Lokasi 30 meter habis rata. Tapi kami pastikan steril. Masyarakat bisa beraktivitas," katanya. 
 
Baca Juga: Masih Sering Keliru, Begini Penulisan Ucapan Hari Kemerdekaan yang Tepat
 
Hanya saja karena ukuran bom pesawat yang besar memang berdampak getaran. Hal ini menyebabkan ada kerusakan dari rumah warga. Hanya saja, dia menegaskan sebelumnya telah dilakukan sosialisasi. 
 
"Serpihan juga sudah kami rapikan. Dari warga yang menemukan sudah kami kumpulkan semua," katanya. 
 
Sementara itu, Personil Subden Jibom Gegana Brimob DIY Aipda Nugroho Riyadi menjelaskan, lokasi peledakan merupakan tempat yang ideal dan aman. Kedalamannya mencapai 30 meter dari permukaan tanah. Terlebih, kontur dengan banyak pasir juga bisa turut meredam getaran. 
 
"Efek panas 30 sampai 40 meter. Memang untuk pohon di sekitar terfragmentasi jadi terpotong," katanya. 
 
Baca Juga: Semarak Kemerdekaan RI, Bendera Merah Putih Raksasa Bakal Dikibarkan di Grojokan Watu Kemloso Lereng Merapi Sleman, Besok!
 
Nugroho menyebut, untuk hari pertama memang bom hanya tergores satu milimeter. Peledakan harus dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan risiko. 
 
"Kami berjarak 300 meter dari lokasi saat disposal. Jadi kami tarik kabel. Usai disposal bom sudah hancur terbelah-belah," terang taki-laki yang bertugas sebagai operator penjinak bom ini. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#granat #peluru #bom militer #lokasi #Padukuhan Tanjung #penemuan #Umbulmartani #steril #Brimob DIY #mortir #ngemplak #kapanewon #POLDA DIY #pemusnahan #Kapanewon Cangkringan #Disposal