Tidak hanya bergambar One Piece, di area sekitarnya turut ada berbagai tulisan seperti "Merdeka?", "Merdeka atau Mati", hingga "Hidup tanpa Kebebasan seperti Sebuah Tubuh tanpa Jiwa".
Baca Juga: Darwin Nunez Diprediksi Masuk Skuad Liverpool di Community Shield Ditengah Spekulasi Transfer
Sekretaris Karang Taruna Dusun Temuwuh Kidul, Balecatur Dandun Asmara menjelaskan, mural dibuat sekitar 25 Juli. Tidak ada intensi khusus untuk menjatuhkan siapa pun. Lantaran niat awal hanya iseng untuk memanfaatkan sisa cat yang digunakan untuk merenovasi pos ronda.
"Pemilihannya karena teman-teman memang sangat suka dengan One Piece," ungkapnya saat ditemui di lokasi Rabu (6/8).
Walau demikian, dia juga menyebut memang ada makna-makna tersirat dari gambar ini. Lantaran ada kesamaan kondisi negara dengan cerita One Piece.
Baca Juga: LPG Gunungkidul Ajak Peneliti Kolaborasi Majukan Inovasi Pangan
"Jadi enggak adil buat rakyat. Negara sedang tidak baik-baik saja, semua orang pasti merasakan," tambahnya.
Dia mencontohkan akan adanya fenomena orang dalam yang segala urusannya dipermudah. Sementara rakyat biasa dipersulit. "Menyampaikan keresahan untuk mengkritik, tapi bukan menjatuhkan," tegasnya.
Baca Juga: Menohok, Ini Jawaban KDM Saat Dibilang Memiliki Sifat Radikal
Disinggung soal represi yang mungkin dirasakan, Dandun mengatakan mendengar karyanya ini akan dihapus oleh pihak berwajib. Hal ini sudah jadi obrolan dari para tetua desa. Padahal selama proses pembuatan, dilakukan pengurus karang taruna secara terbuka. "Nanti malam kemungkinan sudah dihapus. Sudah ada kabar-kabar dari pihak berwajib," keluhnya.