Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Produksi Susu di Koperasi Samesta Masih Kurang, Pengurus Rencana Impor dengan Modal Kredit

Delima Purnamasari • Kamis, 31 Juli 2025 | 05:15 WIB

 

Ketua Koperasi Samesta Ruslan
Ketua Koperasi Samesta Ruslan
 

SLEMAN - Koperasi Susu Merapi Sejahtera (Semesta) jadi salah satu pusat penghasil susu di Kabupaten Sleman. Meski demikian, koperasi yang berlokasi di Kapanewon Cangkringan ini mengaku jumlah produksi masih kurang. 

 

Ketua Koperasi Samesta Ruslan menjelaskan, dalam sehari baru ada 3.700 liter susu yang dihasilkan. Sebanyak 60 persen wajib disetor ke industri pengolahan susu. Sementara 40 persen ke retail dan unit pasteurisasi. 

 Baca Juga: Pencarian Azka Nurfadillah di Pantai Siung Masih Nihil, Operasi Resmi Ditutup

"Setidaknya kami targetkan bisa mencapai 4.000 liter per hari," katanya. 

 

Dia bercerit, sebenarnya Koperasi Samesta pernah menyentuh angka produksi hingga 4.500 liter sehari. Namun, anjlok lantaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada 2022.

 Baca Juga: Hasil Yokohama F Marinos vs Liverpool, Florian Wirtz Cetak Gol Perdana, Sandy Walsh Hangatkan Bangku Cadangan

Saat itu banyak sapi mati. Kalau pun sembuh, susu yang dihasilkan jumlahnya minim. Jika seharusnya satu sapi 20 liter. Setelah sembuh PMK hanya delapan liter. Sementara break even point satu sapi adalah 12 liter untuk harga Rp 7.500 tiap liternya. 

 

"Hingga tahun ketiga selepas PMK terus ada peningkatan, tapi belum pulih kembali," katanya. 

 Baca Juga: PSIM Jogja Jadwalkan Sekali Lagi Uji Coba sebelum Mulai Laga Perdana BRI Super League 2025/2026

Solusi paling mudah adalah dengan mengganti sapi. Untuk itu, anggota Koperasi Samesta berencana untuk membeli sapi impor sejumlah 300 ekor. Hal ini dilakukan lewat skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

 

"Anggota aktif kami ada 250 orang. Kami sangat berminat dan antusias sekali," katanya. 

 

Untuk mencegah penyakit menular ini, nantinya sapi impor akan dilakukan karantina dua kali. Dari Australia dua minggu dan di Cilacap dua minggu. Baru nanti di koperasi akan dibagikan pada anggota. 

 Baca Juga: Fakta Menarik Anjing, Sahabat Terbaik Manusia

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Rofiq Andriyanto menjelaskan, impor memang memungkinkan dilakukan pengusaha. Sementara jika dari APBD belum memungkinkan. 

 

"Kami terus berikan pendampingan untuk menjaga kesehatan ternaknya," katanya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Koperasi Samesta #impor #produksi #Samesta #kredit #kredit usaha rakyat (kur) #sapi #Kabupaten Sleman #susu #Koperasi Susu Merapi Sejahtera #Kapanewon Cangkringan