Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Biar Adil dengan Hotel, Homestay dengan AC dan Water Heater di Wilayah Sleman Akan Ditariki Pajak  

Delima Purnamasari • Jumat, 25 Juli 2025 | 02:45 WIB

 

 

Ilustrasi salah satu homestay di Jogja. (jttc.co.id)
Ilustrasi salah satu homestay di Jogja. (jttc.co.id)
 

SLEMAN - Target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sleman mencapai Rp 1,4 triliun. Realisasi semester satu pada Juni lalu baru mencapai Rp 689 miliar atau sebesar 48,22 persen. Kontribusi terbesar masih bersumber dari sektor pajak sejumlah 498,3 miliar.

 

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman Abu Bakar mengaku, akan jeli untuk melihat potensi-potensi pendapatan. Terlebih, dengan target pendapatan asli daerah yang meningkat Rp 200 miliar dibanding periode sebelumnya.

 

Dia menyebut tidak hanya akan mengandalkan pajak hotel maupun restoran. Namun, juga peluang untuk menarik pajak dari homestay.

 Baca Juga: Nelayan Pantai Sadeng Mengeluh! Pabrik Es Lokal Masih Jadi Wacana, Tangkapan Ikan Ribuan Ton Per Tahun Tapi Andalkan Es dari Pacitan Jawa Timur

"Homestay yang notabene kelas hotel. Di dalamnya ada AC dan water heater. Itu banyak dan kami bidik," terangnya.

 

Pertimbangan tersebut diambil lantaran banyak keluhan dari pegiat hotel. Jumlah wisatawan tinggi, tetapi pendapatan yang diperoleh tidak sebanding. Wisatawan lebih memilih menginap di homestay dibanding hotel.

 

"Harus berimbang dengan hotel karena mereka harus bayar karyawan dan biaya pengelolaannya tinggi," tambahnya.

 Baca Juga: Manajemen PSIM Jogja Belum Berkomitmen, Bupati Sleman Harda Kiswaya Siap Berikan Rekomendasi Pemanfaatan MagIS Bila PR Terpenuhi

Dia juga berkomitmen untuk mengembalikan tenggat waktu penyerahan SPPT PBB yang mundur. Dari periode sebelumnya bulan Februari menjadi bulan Januari. Selain itu, akan mempermudah prosedur pembayaran PBB.

 

"Termasuk mempercepat pembuatan laporan keuangan pemerintah daerah," tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto menyebut, wisatawan memang ramai. Namun, okupansi penginapan di hotel masih belum sesuai target.

 

"Saya menilai wisatawan ini menginap, tapi di homestay yang tidak membayar pajak ke daerah," katanya. (del)

Editor : Heru Pratomo
#water heater #BKAD #ac #PAD #pajak hotel #Kabupaten Sleman #sektor pajak #homestay