SLEMAN - Perbaikan jalan jadi salah satu program prioritas Kabupaten Sleman. Namun di tahun ini, perbaikan hanya menyasar jalan sepanjang 3,2 kilometer. Jumlah tersebut terbagi pada tiga ruas jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Mirza Anfansury menyebut, peningkatan ini dilakukan dengan perbaikan sekaligus pelebaran. Utamanya pada jalan-jalan yang sudah lama dikeluhkan rusak.
"Saat ini masih proses pengadaan, paling lambat pengerjaan dimulai Agustus. Selesai sekitar tiga bulan setelahnya," bebernya.
Baca Juga: Tekan Jumlah Penduduk Miskin, Pemkab Sleman Buat Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana
Dia menyebut, hanya ada tiga ruas jalan yang tingkatkan. Mulai dari ruas Jalan Ngawen-Kenteng di Kapanewon Gamping dengan panjang 1 kilometer, lalu ruas Jalan Kaliduren-Sumber di Kapanewon Moyudan sepanjang 1,2 kilometer, dan ruas Jalan Padon-Minggir di Kapanewon Minggir sepanjang 1 kilometer. Totalnya ada 3,2 kilometer. Anggaran yang digunakan berasal dari APBD Sleman dengan nilai sekitar Rp 14 miliar.
Mirza menambahkan, untuk ruas jalan yang lain saat ini baru dilakukan pemeliharaan berupa penambalan. Panjang totalnya mencapai 450 kilometer.
Baca Juga: Alasan Jateng Manarik Untuk Tempat Investasi, Begini Penjelasan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi
"Pemeliharaan ini kami lakukan rutin untuk jalan-jalan yang berlubang. Agar jangan ada kecelakaan," katanya.
Dia menjelaskan, anggaran pemeliharaan rutin ini sebesar Rp 11 miliar. Terdiri untuk membayar bahan baku dan tenaga. "Perbaikan jalan ini adalah program prioritas bupati. Tahun depan anggarannya akan naik," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda menyebut, anggaran perbaikan jalan pada 2025 sebesar Rp 60 miliar. Sementara 2026, bakal bertambah menjadi Rp 147 miliar.
"Untuk saat ini bupati tentu masih menjalankan sisa anggaran periode sebelumnya. Jadi visi dan misi belum bisa dijalankan secara optimal," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita