SLEMAN - Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut akan kembali pergi ke Konawe Selatan pada awal Juli mendatang. Hal ini untuk menyelesaikan persoalan lahan transmigran khususnya yang berasal dari Bumi Sembada.
"Saya bikin kajian dengan akademisi untuk bahan diskusi ke Konawe lagi," katanya.
Atas persoalan lahan satu hektare yang belum diberikan, dia menyebut sudah mulai ada titik terang. Para transmigran ini akan diberikan hak untuk mengelola tanah di hutan sosial dengan jangka waktu 35 tahun. Selanjutnya bisa diperpanjang satu kali.
Harda menyebut, memang lahan tersebut tidak bisa diberikan dan hanya bisa digunakan. Di sisi lain, lahan yang awalnya dijanjikan saat ini sudah dimiliki oleh perusahaan sawit. Meski begitu, solusi ini masih belum masuk tahap final dan harus dibahas lewat kerja sama ulang.
"Harusnya tanah yang sudah dicadangkan untuk transmigran enggak boleh dipakai yang lain. Tapi sekarang tanahnya enggak ada jadi enggak bisa diberikan," kata mantan Sekda Sleman ini.
Baca Juga: Jalan Srikayangan-Sentolo Ditambal dengan Urug, Ini Respons Warga
Nantinya dalam kunjungan keduanya ini Harda mengaku akan menggandeng Kapolresta Sleman Edy Setyanto Erning Wibowo. Hal ini mengingat para transmigran sempat ditekan oleh oknum aparat untuk menyerahkan lahannya.
"Masalah ini harus selesai. Dari sana juga sudah diperiksa Kejagung," tambahnya.
Sementara terkait 12 dari 25 transmigran yang sudah pulang, Harda menyebut belum fokus ke sana. Namun, nantinya organisasi perangkat daerah terkait akan diminta untuk memantau keberadaan mereka.
"Pulangnya enggak ngomong. Mungkin tidak kuat dengan kehidupan di sana. Saya lihat di sana memang belum sejahtera dan perlu dibela," katanya.
Dia juga menambahkan, informasi soal pemberian sapi sebagai pengganti lahan yang belum diberikan tidak tepat. Hewan ternak tersebut adalah bentuk bantuan dari pemerintah.
Sementara itu, Kapolresta Sleman Edy Setyanto Erning Wibowo menyebut, memang pernah bertugas di Sulawesi Tenggara. Dia mengatakan kehadirannya dalam proses penyelesaian masalah transmigrasi nanti adalah untuk mendampingi. "Kami akan cek dan petakan masalahnya sepertinya apa," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita