SLEMAN - Libur sekolah tahun ini diprediksi menjadi momen lonjakan wisata di Sleman.
Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memperkirakan jumlah kunjungan wisata pada masa libur sekolah yang dimulai 23 Juni hingga 11 Juli 2025 bisa mencapai 300 ribu hingga 450 ribu orang.
Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid menjelaskan, akan melakukan pencatatan kunjungan mulai 21 Juni sampai dengan 13 Juli 2025.
Dari estimasi jumlah wisatawan tersebut, potensi perputaran uang yang terjadi berada di kisaran Rp 337,5 miliar hingga Rp 1.26 triliun.
"Rata-rata belanja wisatawan untuk akomodasi makan dan lain-lain antara Rp 750 ribu sampai Rp 1,25 juta tiap kunjungan," katanya.
Sementara itu, untuk destinasi wisata yang dikelola Pemkab Sleman seperti Kaliurang dan Kaliadem, diperkirakan akan menghasilkan retribusi senilai Rp 50 juta hingga Rp 75 juta selama periode tersebut.
Sedangkan tingkat okupansi hotel diproyeksi berada di antara 30 hingga 60 persen.
Terkait libur sekolah ini, pihaknya juga telah menerbitkan surat edaran terkait penyelenggaraan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Ada berbagai hal yang dia soroti. Mulai dari memastikan SOP usaha pariwisata, melakukan uji kelayakan pada wahana secara berkala, hingga pengelola yang mesti berkolaborasi dengan UMKM setempat.
"Jadi utamanya menjamin keselamatan dan keamanan karyawan dan wisatawan di destinasi," tambahnya.
Baca Juga: Kebumen United Angels Siap Pertahankan Trofi Juara Women Pro Futsal League 2025
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman Kus Endarto menyebut, sektor pariwisata Sleman saat ini tengah mengalami penurunan pendapatan asli daerah (PAD).
Berdasarkan catatan, PAD dari sektor ini terus menurun sejak Januari, yakni dari Rp 43,7 miliar (Januari), Rp 32,5 miliar (Februari), Rp 26,8 miliar (Maret), hingga menyentuh angka Rp 22 miliar pada April.
Penurunan ini salah satunya disebabkan turunnya tingkat okupansi hotel. "Salah satu solusi kondisi ini adalah dengan memanfaatkan potensi wisuda di banyak universitas yang ada di Sleman," imbuhnya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita