Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada 83 Kalurahan di Sleman Memilih Buat Koperasi Merah Putih dari Nol, Modal dari Iuran dari Anggota

Delima Purnamasari • Rabu, 4 Juni 2025 | 22:55 WIB
ILUSTRASI: Koperasi merah putih gagasan Presiden Prabowo Subianto.
ILUSTRASI: Koperasi merah putih gagasan Presiden Prabowo Subianto.

SLEMAN - Kabupaten Sleman ditargetkan memiliki 86 koperasi desa merah putih sesuai dengan jumlah kalurahan.

Sebanyak 83 kalurahan memilih untuk membuat koperasi baru dari nol.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman Tina Hastani menjelaskan, keputusan tersebut didasarkan pada musyawarah kalurahan khusus hingga 31 Mei lalu.

Tiga kalurahan yang memilih untuk melakukan pengembangan dari koperasi yang sudah ada adalah kalurahan Sinduadi, Sidomulyo, dan Jogotirto.

Tia menyebut untuk modal koperasi masih berasal dari simpanan pokok maupun simpanan wajib anggota koperasi.

Jumlahnya sesuai dengan kesepakatan. Ada yang memilih Rp 100 ribu, ada juga Rp 500 ribu tiap anggota.

"Rata-rata modal itu Rp 3 sampai Rp 5 juta. Itu jadi modal untuk kerja pembuatan unit bisnis," kata Tina di Pendopo Parasamya, Rabu (4/6).

Dia menyebut belum ada bantuan dana secara langsung. Namun, pemerintah sudah menyediakan anggaran melalui Bank Himbara untuk peminjaman dengan bunga lunak.

"Harapan kami semua masyarakat bisa jadi anggota koperasi. Standarnya 20 orang itu bisa," tambahnya.

Sementara terkait jumlah pengurus, Tina menyebut berkisar pada lima hingga sembilan orang. Umumnya mereka berasal dari tokoh masyarakat, generasi muda, dan karang taruna.

"Pengurus belum berjaga di situ karena belum ada gajinya juga. Kalau semakin maju insyaallah. Jadi memang dari nol, anggotanya masih mencari," tambahnya.

Tina optimis pembuatan koperasi merah putih ini akan sesuai lini masa dari presiden, yakni pada 28 Oktober untuk peluncuran operasional. Harapannya pada saat itu sudah ada satu atau dua gerai unit bisnis telah berjalan.

"Untuk perkiraan keuntungan teman-teman belum bicara soal itu. Ini masih proses pendampingan badan hukum," tandasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan dukungannya pada pembentukan koperasi merah putih ini. Dia yakin program ini bisa menghadirkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

"Program ini harus dijalankan sebaik mungkin. Sehingga, nantinya masyarakat juga bisa semakin produktif," tambahnya. (del)

Editor : Bahana.
#Sleman #Koperasi Merah Putih