Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terdampak Tol Jogja-Bawen, 190 Jenazah di Makam Susukan III Margokaton Sleman Dipindah

Delima Purnamasari • Minggu, 25 Mei 2025 | 23:32 WIB

Pemindahan makam terdampak tol
Pemindahan makam terdampak tol
SLEMAN - Makam di Dusun Susukan III, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen seksi satu.

Sebanyak 190 jenazah harus dipindahkan pada lokasi yang baru pada Minggu (25/5).

Ketua Panitia Pemindahan Makam Didik Harjunadi menjelaskan, awalnya hanya ada 170 jenazah.

Namun, tim pemindahan mengidentifikasi ada 20 jenazah baru.

"Kami awali dengan selamatan dan bedah bumi. Dihadiri kyai, sesepuh, tokoh masyarakat, dan seluruh ahli waris," terang Didik saat ditemui di lokasi.

Mantan Jagabaya Kalurahan Margokaton tersebut menjelaskan, jenazah akan digeser ke makam yang masih senggang.

Hal ini lantaran hanya sepertiga lokasi makam saja yang terdampak. Sementara sisanya akan ditempatkan pada lahan di samping makam yang merupakan milik pribadi.

"Makam lama ini berdiri di tanah sultan ground. Proses pemindahan direncanakan selesai tiga hari," katanya.

Didik menambahkan, setiap satu jenazah mendapatkan biaya tali asih Rp 5 juta dari tol. Namun, uang ini tidak diberikan pada ahli waris karena digunakan untuk membeli lahan baru.

"Dulu makam yang dekat sini juga sudah ada 71 jenazah yang dipindah karena kena tiang tolnya," katanya.

Menurut Didik, makam ini merupakan makam lama sekitar tahun 1700an.

Di sini ada sesepuh Dusun Susukan III bernama Mbah Kyai Baidowi yang disebut sebagai Prajurit Pangeran Diponegoro.

Namun, lokasinya tidak terkena tol sehingga tidak perlu dipindah.

"Masyarakat mau tidak mau tentu harus ikhlas karena ini proyek nasional. Tidak ada permasalahan," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pemindahan Makam Al Iswat Joko Yudho menjelaskan, tambahan 20 jenazah didapat dari makam yang masih ada nisannya. Namun, tidak ada ahli warisnya sehingga tidak diakui.

"Selain itu pakai trawangan kebatinan. Kalau ada tanda-tanda kami ikut pindahkan," katanya.

Dia menyebut mayoritas jenazah yang ditemukan berupa tulang tidak komplet. Hanya tulang kaki atau tengkorak. Bahkan, hanya berupa gumpalan tanah saja.

"Kalau untuk jenazah yang masih utuh tulangnya kami belum temukan," tuturnya.

Nantinya apa pun yang ditemukan akan dibungkus kain kafan baru dengan jumlah tiga lembar.

Sebelumnya, turut disemprot dengan air zamzam dan wewangian. Parfum ini dibuat khusus oleh tim Al Iswat sendiri. (del)

Editor : Bahana.
#Sleman #Seyegan #makam #tol jogja bawen