Padahal, memiliki kontribusinya besar bagi nilai ekspor Kabupaten Sleman.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Kurnia Astuti menjelaskan, nilai ekspor PT Mataram Tunggal Garment pada 2024 mencapai 13.984.938,32 USD. Jumlah tersebut berkontribusi 14,54 persen dari total nilai ekspor Kabupaten Sleman.
"Produknya baju yang banyak diekspor ke Jepang dan Amerika. Ini pasti pasti akan memberi dampak signifikan untuk nilai ekspor Sleman," kata Nia.
Dia menyebut unggulan ekspor dari Bumi Sembada memang produk tekstil. Kualitasnya dinilai sangat baik.
Untuk saat ini pihaknya masih mencari lokasi usaha untuk bisa menyimpan barang-barang yang kemarin bisa berhasil dievakuasi. Harapannya bangunannya sudah ada dan siap dipakai.
Terkait pilihan di PT Primissima, dia menyebut hal ini masih terus dikaji. Lantaran pabrik yang lama tidak digunakan dan harus diperbaiki dulu.
"Dari PT Mataram Tunggal Garment juga berharap bisa mencari lokasi yang dekat. Ini kami coba cari opsi gudang yang bisa dimanfaatkan," tambahnya.
Menurut Nia, kebakaran yang terjadi merusak alat produksi hingga 90 persen. Selain itu, banyak bahan baku hingga hasil produksi yang siap ekspor ikut terbakar.
"Kemarin tiga kontainer untuk pengangkutan juga sudah datang dan siap untuk mengirimkan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Sleman Shavitri Nurmala Dewi menjelaskan, belum ada informasi terkait penyebab kebakaran. Begitu pula dengan jumlah total kerugian yang terjadi. (del)
Editor : Bahana.