SLEMAN - Aprilia Hastuti tetap datang ke PT. Mataram Tunggal Garment, meski tahun pada Rabu (21/5) sekitar pukul 03.00 tempatnya bekerja itu kebakaran. Meski sudah diinfokan diliburkan, karyawan tetap datang untuk melihat kondisi tempat kerjanya.
Tak banyak yang bisa dilakukan. Beberapa berpelukan untuk menenangkan rekannya yang sedih. Mereka pun sempat dilakukan doa bersama oleh karyawan yang datang ke lokasi. Mereka berharap agar musibah ini bisa segera teratasi. "Tadi diinfokan kalau libur. Tapi belum tau kelanjutannya seperti apa," katanya.
Dia menyebut kebakaran terjadi di gudang dan ruang packing. Lokasi ini merupakan tempat untuk pakaian yang siap kirim.
Baca Juga: Pabrik PT Mataram Tunggal Garment di Ngaglik, Sleman Terbakar Tiga Kontainer Garmen Gagal Diekspor
Karyawan lain Giyarti. Perempuan yang telah bekerja di PT. Mataram Tunggal Garment Donoharjo selama 20 tahun ini mengaku ingin melihat tempat kerjanya. "Masih mantau karena tidak tega ninggalin. Enggak nyangka karena biasanya aman aja," katanya.
Perusahaan sendiri dia anggap seperti rumah keduanya. Dia hanya bisa menahan air mata lantaran kejadian ini. "Tapi proses kembalinya pasti lama tidak satu dua bulan. Jadi kemungkinan akan sambil kerja yang lain," katanya.
Begitu pula dengan Murtini. Meski sudah jadi mantan pegawai dia ingin melihat lokasi tempat kerjanya dulu. Di perusahaan ini dia mengaku memiliki banyak kenangan bersama teman-temannya. "Tadi nengok tinggal kerangka. Rasanya ikut prihatin," kata perempuan usia 55 tahun ini.
Dari pantauan Radar Jogja para pegawai yang mayoritas perempuan ini terus menunggui proses pemadaman. Saat ada pegawai yang datang mereka saling berpelukan dan tak jarang menestkan air mata.
Disebutkan PT.Mataram Tunggal Garment perusahaan ini memproduksi pakaian wanita yang diekspor di berbagai negara. Mulai dari Jepang, Amerika, dan Taiwan (del/pra)
Editor : Heru Pratomo