SLEMAN - PT Mataram Tunggal Garment Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman mengalami kebakaran pada Rabu (21/5) dini hari. Mayoritas produk garmen untuk ekspor pun hangus terbakar.
“Rencananya pada pagi tadi (kemarin) akan ada tiga kontainer yang akan mengangkut hasil produksi siap ekspor. Namun, gagal karena kejadian ini (kebakaran),” kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, dalam jumpa pers yang digelar di Pendopo Parasamya, Rabu (21/5).
Danang menjelaskan, akan dilakukan fasilitasi berupa pemindahan sementara sembari menunggu perusahaan melakukan renovasi. Pemindahan ini direncanakan akan dilakukan ke bekas pabrik PT. Primissima yang berlokasi di Triharjo, Kapanewon Sleman.
Pemilihan ini lantaran perusahaan sama-sama bergerak di bidang garmen. Bangunan dari PT. Primissima juga tidak lagi digunakan. Sehingga, bisa siap digunakan dan tidak perlu membangun kembali. "Ini karena ekspornya juga banyak. Harapannya tenaga kerja bisa tetap diberdayakan agar tidak terjadi PHK," kata politisi PDIP itu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman Sutiasih menjelaskan, untuk sementara karyawan mesti dirumahkan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Lantaran kondisi yang belum kondusif. "Kami mendorong dilakukan bipartid. Jadi ada kesepakatan antara pekerja yang dirumahkan ini bagaimana hak dan ketentuannya perlu disepakati," katanya.
Dia berharap tidak terjadi PHK total atas kejadian ini. Kalau pun terjadi hanya ada pengurangan saja. Selanjutnya, perusahaan bisa kembali bangkit dan beroperasi. Apabila diizinkan manajemen, para pegawai juga akan difasilitasi untuk bisa mengikuti pelatihan maupun bekerja di tempat lain.
Lalu ketika sudah beroperasi maka dapat kembali bekerja. "Kalau terjadi PHK akan kami fasilitasi untuk mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan selama tiga bulan dengan rekomendasi dinas kesehatan," tambahnya.
Menurut Sutiasih, kebakaran ini tidak hanya berdampak bagi 1.828 pegawai pabrik garmen ini. Namun, juga usaha kecil di sekelilingnya. "Untuk pegawai tidak hanya dari warga Sleman. Banyak juga yang dari luar daerah," tambahnya.
Danang menambahkan, terkait total kerugian maupun penyebab kebakaran, dia menyebut hingga saat ini belum bisa dipastikan. Banyaknya barang mudah terbakar dan akses masuk pabrik yang sempit jadi penyebab sulitnya pemadaman.
"Saat ini dilakukan pendinginan hingga sore hari. Kami masih siagakan tiga unit mobil pemadam kebakaran," katanya.
Sedang untuk penyebab kebakaran, dugaan sementara karena korsleting listrik. Kepala Satpol PP Sleman Shavitri Nurmala Dewi menyebut, kendala utama dalam penanganan kebakaran akses masuk ke pabrik yang hanya bisa satu mobil pemadam. Sehingga, satu mobil itu yang stand by sementara yang lain memberikan suplai air. "Tidak ada laporan korban jiwa atas kejadian ini," katanya. (del/pra)
Editor : Heru Pratomo