Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dimakan Rayap, Atap Ruang Guru SDN Sarikaya Rawan Ambrol: Guru Relokasi ke Perpustakaan, Renovasi Sudah Dianggarkan dalam APBD Perubahan

Delima Purnamasari • Jumat, 16 Mei 2025 | 02:12 WIB
Sidak Komisi D DPRD Kabupaten Sleman di SD N Sarikaya.
Sidak Komisi D DPRD Kabupaten Sleman di SD N Sarikaya.
 
SLEMAN - Atap ruang guru SD Negeri (SDN) Sarikaya, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok mengalami kerusakan lantaran dimakan rayap. Untuk mencegah korban, ruangan ini terpaksa tidak digunakan. 
 
Kepala SD Negeri Sarikaya Dwi Karti menjelaskan, kondisi ini telah terjadi sebulan ke belakang. Dia menyebut sejak dibangun pada 1878 belum ada renovasi bangunan. Hanya sempat ada penambahan ruang komputer saja. 
 
Dia menyebut kerusakan diketahui saat ada kebocoran atap. Ketika sudah diperbaiki ternyata kembali bocor. Setelah dilihat ternyata kuda-kuda bangunan telah keropos dimakan rayap. Kondisi plafon sendiri saat ini ada yang bolong. 
 
 
"Harapan kami bisa direhab karena koordinasi para guru jadi agak terganggu," jelasnya dalam agenda Sidak Komisi D DPRD Kabupaten Sleman, Kamis (15/5/2025). 
 
Dwi mengatakan, para guru kini menempati ruang perpustakaan. Jadi dalam satu ruangan terdapat dua fungsi. 
 
"Untuk ruang yang lain belum kami cek. Tapi rayap itu ganas dan cepat sampai ke mana-mana," katanya. 
 
 
Sementara itu, Ketua Komisi D Arif Priyo Susanto mengatakan, sidak ini dalam rangka melihat secara langsung kondisi bangunan sekolah. Dia menyebut untuk ruang guru memang sudah tidak layak digunakan. 
 
"Kami rasa ruang kelas juga perlu dicek ulang atapnya. Dilihat dari luar keliatan melengkung," katanya. 
 
Arif menyebut, renovasi SD Negeri Sarikaya sudah masuk dalam APBD perubahan. Alokasi untuk perbaikan sekolah semuanya mencapai Rp 4,1 miliar. 
 
"Ini langkah antisipasi. Jangan sampai ambruk dulu baru diperbaiki," tegasnya. 
 
 
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Sri Adi Marsanto menyebut, memang banyak sarana dan prasarana pendidikan yang harus diperbaiki. Pihaknya sendiri telah membuat katagori berdasarkan tingkat kerusakan. Mulai dari ringan, sedang, dan berat. 
 
"Tapi anggarannya terbatas. Jadi harus ada skala prioritas," katanya. 
 
Dia menjelaskan pihaknya mengelola 122 SMP, 512 SD, dan lebih dari 500 TK. Meski begitu, dia mengusahakan agar kenyamanan dan keamanan pembelajaran jadi prioritas utama. (del/wia
 
 
 
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#atap ruang guru #Ruang Guru #Rawan Ambrol #Sleman #apbd perubahan #Dimakan Rayap #DPRD Sleman #SDN Sarikaya