Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diresmikan Muhaimin Iskandar, SPPG Bumdes Tridadi Akan Terima Dana Rp 800 Juta Sebulan

Delima Purnamasari • Jumat, 9 Mei 2025 | 04:45 WIB
Peresmian SPPG Bumdes Tridadi.
Peresmian SPPG Bumdes Tridadi.
 
SLEMAN - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumdes Tridadi di Puri Mataram Beran, Tridadi, Kapanewon Sleman diresmikan pada Kamis (8/5/2025).
 
Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar. 
 
Muhaimin menyampaikan bahwa Bumdes yang mampu menjadi mitra Badan Gizi Nasional ini dapat menimbulkan multiplier efek. Hal ini akan bermuara pada pemberdayaan masyarakat. 
 
Baca Juga: Hampir Punah, Hidupkan Lagi Olahraga Tradisional: Dispora Semarakkan Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman
 
"Ini menjadi role model bagi Bumdes lain untuk mengambil peran dalam menyukseskan program MBG melalui SPPG seperti ini," katanya. 
 
Dia menyebut MBG bisa dirasakan oleh para siswa, selain itu suplier bahan pokok dapat ikut bekerja sama, serta terjadi penyerapan tenaga kerja.
 
Ekosistem semacam inilah yang dia sebut mesti terus dikembangkan secara simultan. 
 
Baca Juga: Punya Keunggulan SDM, Pemkot Ingin Kota Jogja Sandang Predikat Kota Festival
 
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan, ada tiga fungsi utama SPPG.
 
Mulai dari sebagai dapur produksi, tempat bertemunya satuan pelayanan dengan produsen, dan tempat ahli gizi memantau produksi agar sesuai dengan standar.
 
Dia menyebut SPPG ini akan menerima dana kurang lebih Rp 8 sampai 10 miliar dalam setahun. 
 
"Jadi per bulannya Rp 800 juta. Sebanyak 85 persen digunakan untuk membeli bahan baku dari petani lokal," katanya. 
 
Baca Juga: Prediksi Fiorentina vs Real Betis Conference League Jumat 9 Mei Kick Off 02.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
 
Dia menyebut SPPG ini bisa menghasilkan 3000 porsi MBG. Untuk itu diperlukan setidaknya 200 kg beras, 3000 telur, 350 kg ayam, 300 kg sayur, 350 kg buah, bahkan susu 450 liter. 
 
"Semua menjadi peluang masyarakat sekitar memproduksi kebutuhan untuk ikut memasok," katanya. 
 
Dia menyebut Kabupaten Sleman sendiri membutuhkan 111 SPPG. Sementara yang ada kini belum mencapai 50 persennya.
 
Baca Juga: RS Sempat Kesulitan Identifikasi, 11 Korban Laka Maut di Kalijambe, Purworejo Telah Dimakamkan di Magelang
 
Jadi apabila ada restoran, kafe, atau rumah yang menganggur dapat diubah jadi SPPG. Tidak harus membangun semuanya dari awal. 
 
"Pekerjanya bisa capai 50 orang. Nanti untuk ibu hamil MBGnya akan dikirim ke rumah masing-masing," katanya. 
 
BGN juga akan segera mengirim kepala SPPG. Selain itu, akan dibuatkan rekening bersama antara pemilik fasilitas dengan BGN dalam bentuk virtual akun. Proses produksi bisa berjalan saat uang muka masuk. 
 
Baca Juga: Hujan di Bulan Mei, Status Siaga Darurat Hidrometeorologi Hanya Diperpanjang untuk Sleman
 
"Nanti sekitar 400-450 juta. Jadi yang punya fasilitas tidak perlu modal. Tapi harus tertib administrasi," katanya.
 
BGN sendiri akan mengeluarkan tiga pagu. Mulai dari bahan baku, operasional, dan insentif. Untuk satu bangunan diperkirakan membutuhkan Rp 3 miliar. 
 
"Nanti setelah dua tahun pemilik fasilitas akan turning poin dari uang insentif. Jadi yang diterima keuntungan saja. Ini investasi luar biasa," katanya. (del
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#program mbg #Makan Bergizi Gratis #SPPG Tridadi #Pemberdayaan Masyarakat