SLEMAN - Baru-baru ini tengah ramai diberitakan di media sosial akan adanya gelaran Prambanan Bersalawat yang direncanakan pada Sabtu (10/5) mendatang. Hal ini memunculkan kontroversi warganet lantaran Candi Prambanan semestinya digunakan untuk beribadah umat Hindu.
Ketua Pelopor CB Trawiten menjelaskan, kegiatan tersebut sebenarnya dilaksanakan dalam rangka hari ulang tahun komunitas motor CB di Jogja. Direncanakan akan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama pengajian dan kontes modifikasi motor. Hari kedua berisi hiburan dengan berbagai artis.
Baca Juga: Kepala Disdikpora DIY Suhirman Sebut Sedang Memeriksa SMPN 10 Jogja, Terkait Bocornya Soal ASPD
Trawiten mengaku ada kesalahan dari panitia. Terutama dalam desain poster yang sudah terlanjur beredar di media sosial. Dituliskan kegiatan diselenggarakan di Candi Prambanan.
"Kami mengaku salah. Saya memohon maaf atas flyer yang sudah beredar," katanya dalam sesi jumpa pers Prambanan Bersalawat Selasa (6/5).
Dia menyebut, penamaan Prambanan Bersalawat karena lokasi kegiatan berada di Kecamatan Prambanan, Klaten. Sementara adanya gambar Candi Prambanan karena bentuk kebanggaan panitia atas bangunan ikonik tersebut.
"Tapi lokasinya itu di zona 3 utara Candi Sewu. Berjarak 1,3 kilometer dari pusat Candi Prambanan," terangnya.
Acara ini sendiri direncanakan akan jadi kegiatan yang ketiga kalinya sejak 2023. Saat itu acara dilangsungkan di lokasi yang sama. Sementara pada 2024 di Tebing Breksi.
"Kami putuskan untuk kegiatan pindah lokasi baru. Tapi kami baru menjajaki, lokasi baru belum dapat kami infokan," katanya.
Apabila memungkinkan kegiatan juga akan tetap dilangsungkan sesuai waktu rencana awal. Diprediksi akan ada 7.000 pehobi motor CB yang turut bergabung.
"Nanti kegiatannya jadi pelopor kebangsaan aja, Prambanan Bersalawatnya dihapus," bebernya.
Perwakilan manajemen Gus Miftah, Wahyu Laksono menegaskan, Miftah Maulana Habiburrahman dalam agenda Prambanan Bersalawat hanya sebagai tamu. Kegiatan ini bukan kegiatannya sendiri.
"Oleh Gus Miftah disarankan untuk pindah lokasi kalau acara tetap berlanjut. Kemungkinan nanti beliau akan tetap datang dan mengisi," katanya.
Sementara itu, General Manager Prambanan dan Ratu Boko Ratno Timur menjelaskan, lokasi awal kegiatan yang berada di lapangan halaman utara Candi Sewu sebenarnya sering digunakan untuk berbagai komunitas. Ketika dulu diadakan di lapangan ini pada 2023, dia menyebut tidak ada persoalan.
"Lokasi sebenarnya lebih dekat dengan Candi Sewu yang merupakan candi Buddha. Sebelumnya kami sudah konfirmasi pada Keluarga Buddhayana dan tidak ada masalah," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita