Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama.
Dia menyebut semua siswa tersebut telah dalam kondisi aman.
"Tidak ada yang dirawat di rumah sakit," katanya saat dikonfirmasi Selasa (29/4).
Cahya juga menegaskan, sampel makanan sudah dikirim ke BB Labkesmas Yogyakarta. Untuk hasilnya akan didapatkan kurang lebih dalam waktu satu minggu.
"Untik sekolah yang lain belum ada laporan kejadian," katanya.
Sementara itu, narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, kejadian terjadi pada Rabu (23/4).
Para siswa mengalami mual setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ketika hari kejadian baru belasan. Sehari kemudian ternyata bertambah," katanya.
Radar Jogja coba mengonfirmasi informasi mengenai keracunan ini dengan mendatangi SD Islam Terpadu Bakti Insani.
Namun, kepala sekolah tidak berkenan diwawancarai dan hanya menyebut semua sudah diselesaikan.
Sementara itu, Lurah Triharjo Irawan membenarkan kejadian keracunan tersebut.
Hanya saja hingga Selasa (29/4) belum ada laporan resmi terkait kejadian keracunan ini ke kalurahan.
"Kami dapat informasi dari orang tua siswa yang kebetulan sekolah di sana," katanya.
Berdasarkan informasi yang dia ketahui siswa mengalami muntah dan sakit perut. Kejadian sudah ditangani dari pihak-pihak terkait.
"Sudah ditangani dari penyedia MBG dengan berkoordinasi dengan Puskesmas. Dari penyedia yang bertanggung jawab atas biaya berobat," terangnya. (del)
Editor : Bahana.