SLEMAN - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat untuk semakin waspada terhadap bahaya narkoba yang terus mengintai. Mengingat Indonesia kini berada di peringkat ke-6 dunia dengan jumlah pengguna narkoba mencapai 1,9 juta orang.
"Penting untuk diingatkan di lingkungan pergaulan, di kampus dan tempat tinggal untuk mengingatkan bahwa narkoba itu sangat berbahaya," kata Sigit dalam acara Pekan Orientasi XII Hikmahbudhi di Youth Center Jogjakarta, Jumat (18/4).
Dia juga mengungkapkan, lebih dari separo penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia, tepatnya 58,1 persen, merupakan pelaku tindak pidana terkait narkoba.
Untuk menekan angka penyalahgunaan, kata Sigit, Polri telah menginisiasi 291 Kampung Bebas Narkoba di berbagai daerah. “Sebanyak 100 di antaranya telah berkontribusi aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan,” ujarnya.
Namun Sigit juga menyoroti keterbatasan fasilitas rehabilitasi yang ada saat ini. Menurutnya, dibutuhkan ruang dan perhatian lebih dalam memberikan penanganan khusus kepada para pengguna narkoba. "Ini pekerjaan besar yang harus kita selesaikan bersama," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk TNI dan Polri, untuk memerangi narkoba di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya pencegahan, khususnya di kalangan generasi muda, melalui pembinaan dan edukasi yang digerakkan oleh Disdikpora Sleman. “Harus betul-betul bersih, terpantau terus," ujarnya.
Selain narkoba, pengawasan terhadap peredaran minuman keras (miras) di Sleman juga terus diperketat. "Pengawasan terhadap miras dan narkoba kami lakukan secara aktif," ucap Harda. (tyo/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita