SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Syawalan untuk paguyuban lurah dan pamong pada Rabu (16/4) di Pendopo Parasamya. Dalam kesempatan ini, mereka diminta untuk bisa jadi tauladan yang baik.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PM2PS) DIY KPH Yudanegara. Dia menyebut itu adalah pesan dari gubernur DIY.
"Lurah harus kompak dan bisa jadi teladan yang baik. Selain itu, menuntun masyarakat dengan welas asih," katanya.
Dia menilai, sifat-sifat tersebut merupakan modal penting dalam mewujudkan cita-cita reformasi kalurahan. Selanjutnya, diharapkan bisa menghasilkan kebijakan yang efektif.
Disinggung soal masih adanya kasus penyelewengan tanah kas desa (TKD), dia menyebut ini sudah waktunya untuk lurah dan pamong berubah. Sehingga, bisa menyesuaikan dengan visi reformasi kalurahan.
"Apalagi di Sleman sudah ada kasus di Maguwoharjo, Trihanggo, Caturtunggal, dan Candibinangun," katanya.
Dia menegaskan, kini saatnya para lurah fokus untuk melayani masyarakat. Hal yang tidak baik, harus diubah ke arah yang baik.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, pentingnya sinergi antara pemangku kepentingan. Dengan begitu, diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Harapan saya kekompakan juga terwujud dalam pelayanan masyarakat dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sleman," ujarnya.
Ketua Suryo Ndadari Irawan berharap, Syawalan ini dapat menciptakan sinergitas yang baik dan mempererat jalinan komunikasi dan koordinasi.
"Selain itu, bisa terciptanya profesionalisme kalurahan," sebutnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita