SLEMAN - Seorang driver ojek online (ojol) berinisial HBS, 59, warga Jetis, Kota Jogja ditemukan meninggal dunia di tempat pembuangan sampah (TPS) di Pogung Kidul, Mlati, Sleman pada Rabu (9/4/2025). Korban diduga meninggal dunia karena memaksakan diri untuk bekerja meski sedang menderita sakit.
Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun mengatakan, jenazah korban ditemukan oleh seorang sopir ambulans berinisial RF pada Rabu (9/4/2025) sekitar pukul 08.45. Saat itu, RF bermaksud memarkir mobil ambulans. Tak jauh dari lokasi, RF melihat ada seseorang yang tergeletak di bawah dekat dengan sepeda motor sosok tersebut.
Baca Juga: Pasar Godean Disebut Alami Kebocoran dan Kerusakan, BPPW DIY Sebut Telah Selesai Lakukan Perbaikan
RF kemudian memberitahu kejadian itu ke rekannya sesama sopir ambulans. Keduanya mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban sudah dalam keadaan meninggal karena mata korban dalam keadaan terbuka dan sudah tidak ada gerakan napasnya di perutnya. Selanjutnya para saksi menginformasikan kejadian tersebut ke polisi,” kata Salamun, Rabu (9/4/2025).
Petugas lalu datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dari catatan petugas medis RSUP Dr Sardjito, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban. Namun, petugas menemukan darah yang keluar dari kepala korban. Tetapi, darah tersebut bukan dari pukulan benda tumpul.
“Darah yang keluar dari kepala korban diakibatkan karena benturan ketika korban terjatuh dalam posisi telentang,” jelas Salamun.
Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan warga yang diterima pihak kepolisian, korban sudah berada di lokasi kejadian sejak Selasa (8/4/2025) malam. Salamun bilang, pada Selasa (8/4/2025) sekira pukul 22.00, ada saksi yang melintas di lokasi kejadian.
“Saat itu saksi sedang mau beli obat. Saat melintas di TKP, saksi melihat sudah ada motor korban dan korban masih hidup, sepertinya sedang istirahat,” ucap Salamun.
Polisi menduga, kematian korban berkaitan dengan sakit yang diderita. Hal itu diperkuat dari keterangan kerabat korban yang menyatakan bahwa korban sempat mengeluh sakit pada bagian dada beberapa hari yang lalu. Menurut Salamun, kondisi korban sedang dalam keadaan sakit, akan tetapi tetap memaksakan untuk bekerja.
“Sehingga tidak menutup kemungkinan korban kelelahan dan akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.
Saat ini, jenazah korban sudah dibawa oleh keluarga ke rumah duka. Pihak keluarga korban sudah mengikhlaskan dan menganggap kejadian tersebut merupakan musibah, serta tidak akan menuntut secara hukum. (tyo)
Editor : Sevtia Eka Novarita