SLEMAN - Bupati Sleman Harda Kiswaya mendapat laporan penggunaan mobil dinas saat Lebaran. Atas persoalan ini dia menyebut akan memperketat pengawasan.
"Saya itu dapat informasi dua hari yang lalu. Tentu orang punya lalai," katanya Selasa (8/4).
Dia mengatakan, mobil yang digunakan adalah jenis Avanza sehingga dimiliki pejabat eselon III. Setingkat kepala bagian atau sekretaris.
"Saya bilang nomornya, terus saya minta cari punya siapa. Saya mohon maaf nanti akan saya perbaiki itu," kata Harda.
Harda mengatakan, kejadian ini jadi momen untuk meningkatkan pengawasan. Menurutnya, para pegawai Kabupaten Sleman mesti berkomitmen untuk patuh pada peraturan.
"Berkaitan pengawasan memang enggak boleh kendor. Bagian dari saya untuk mengingatkan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sleman Budi Pramono menjelaskan, telah melakukan konfirmasi terhadap kejadian tersebut. Dia mengatakan mobil tersebut bukan akan digunakan untuk mudik.
"Itu hanya orang Godean mau jemput istrinya di Puskesmas Godean. Lalu ada yang memfoto," katanya.
Informasi ini sendiri mencuat lewat unggahan di Facebook Merapi Uncover. Warganet menduga kendaraan tersebut digunakan untuk mudik.
Budi mengatakan, orang terkait mengaku mobilnya tengah rusak. Atas kejadian ini telah diberikan sanksi lisan dengan teguran agar ke depan lebih berhati-hati.
"Kebetulan orang tersebut pegawai BKPP," tambahnya.
Budi mengatakan, penggunaan mobil dinas ketika Lebaran ini berkaitan dengan etika. Terlebih, fasilitas dari pemerintah ini juga hanya boleh digunakan untuk kegiatan kedinasan.
"Untuk kebutuhan pribadi tidak bisa dipakai," tegasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita