Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

THR Dipotong 70 Persen, Pegawai RSUP Dr Sardjito Walk Out saat Audiensi dengan Dirut

Gregorius Bramantyo • Rabu, 26 Maret 2025 | 02:45 WIB
THR Dipotong 70 Persen, Pegawai RSUP Dr Sardjito Walk Out saat Audiensi dengan Dirut
THR Dipotong 70 Persen, Pegawai RSUP Dr Sardjito Walk Out saat Audiensi dengan Dirut


JOGJA – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) yang tergabung dalam Garda Terdepan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito menggelar aksi damai di RSUP Dr. Sardjito, Selasa (25/3/2025). Mereka menuntut adanya insentif yang layak. Sebab, tunjangan hari raya (THR) mereka hanya cair 30 persen dari gaji.

Pegawai mempertanyakan pemberian THR sebesar 30 persen. Selain itu, tidak adanya apresiasi dari pihak rumah sakit seiring meningkatnya beban kerja pegawai juga menjadi hal yang dituntut. Pegawai merasa kondisi yang mereka hadapi tidak adil. Padahal kontribusi untuk memberikan pelayanan sudah tinggi.


Aksi dimulai dengan berkumpul di depan lobi rumah sakit. Kemudian berjalan menuju Gedung Administrasi Pusat untuk beraudiensi dengan manajemen dan direksi rumah sakit. Ratusan pegawai yang terdiri dari nakes, dokter, dan bagian umum itu kemudian memasuki ruang audiensi. Hadir pula Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Eniarti.

Di tengah audiensi bersama jajaran direksi itu, ratusan pegawai melakukan walk out.
Aksi walk out itu terjadi saat Eniarti sedang menjelaskan kepada para pegawai yang hadir. Para pegawai yang walk out tampak tidak puas dengan penjelasan yang diberikan.

Sementara proses audiensi di dalam ruang seminar tetap berlangsung. Menyisakan sejumlah perwakilan dari nakes dan bagian administrasi. Eniarti masih memimpin audiensi dan mencoba meminta saran kepada peserta yang masih tersisa.

Baca Juga: 5.000 Pekerja Hotel di DIY Terancam Di-PHK, Ancaman bagi Pemerintah, Dampak Efisiensi Anggaran
Saat audiensi usai, para pegawai masih menunggu Eniarti di bawah Gedung Administrasi Pusat RSUP Dr. Sardjito. Mereka meneriaki Eniarti untuk turun dari jabatannya. Namun Eniarti tak bergeming. Berjalan masuk ke dalam kantornya.

Salah satu perwakilan pegawai, Bhirowo Yudo Pratomo mengatakan, aksi walk out para pegawai disebabkan oleh belum ada titik temu dan belum tersampaikannya janji dari direksi. Meski begitu, dia memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan meski ada aksi.

"Mungkin merasa belum (ada titik temu). Terakhir direksi berjanji untuk memperbaiki remunerasinya, belum tersampaikan, teman-teman sudah pada pulang," katanya kepada wartawan, Selasa (25/3/2025).

Dia menyampaikan, audiensi ini dilakukan untuk kebaikan rumah sakit. Bhirowo menyebut, salah satu tuntutan para pegawai terkait besaran THR yang diterima, yakni 30 persen dari insentif bulanan.
 
Baca Juga: Prediksi Argentina vs Brasil Kualifikasi Piala Dunia CONMEBOL Rabu 26 Maret Kick Off 07.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
 
Para pegawai merasa THR yang diterima tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “Mungkin kok rasanya beda dengan tahun yang lalu. Harapannya bisa diperbaiki, bisa seperti tahun yang lalu," ujar Bhirowo.

Menurutnya, beban kerja pegawai bertambah. Namun tidak diimbangi dengan remunerasi yang adil dan penghargaan yang sesuai. “Kami diminta untuk terus menaikkan kinerja. Tapi untuk rewardnya, teman-teman dan saya juga merasa kurang,” ucap konsultan anestesi kardiovaskuler ini.
Editor : Heru Pratomo
#Pemotongan THR ASN #pegawai #walk out #efisiensi #tenaga kesehatan #insentif #Direktur Utama RSUP dr Sardjito #RSUP Dr Sardjito