JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah merancang skema untuk memecah kepadatan kendaraan masa mudik lebaran.
Salah satu upayanya dengan mempersiapkan jalur alternatif khsususnya yang terhubung dengan exit tol Pramabanan dan Tamanmartani.
"Kami berikan layanan yang terbaik untuk mudik baik meliputi jalur alternatif termasuk exit tol Prambanan dan Tamaartani sudah ada alternatif," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DIY Wiyos Santoso, Minggu (23/3).
Berdasarkan imbauan gubernur, nantinya masyarakat yang keluar dari exit tol Prambanan dengan tujuan selain arah kota akan diarahkan keluar jalur utama.
Misalnya ke aeah Magelang, kendaraan akan diaragkan ke jalur alternatif Pakem. Apabila ke arah Selatan, kendaraan akan diarahkan ke jalan Alternatif Piyungan.
"Kalau Tamanmartani macet, kami tutup dan kami arahkan ke exit tol Prambanan," tuturnya.
Selain kepolisian, masyarakat sekitar juga akan dilibatkan untuk memberikan informasi kepada pengendara.
Beberapa organisasi masyarakat (ormas) yang berada di sekitar exit tol telah diberikan sosialisasi.
"Sehingga tidak mblusukke. Mau ke Jogja atau Pakem, sudah diarahkan," bebernya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan posko di daerah exit tol Tamanmartani dan beberapa titik masuk wilayah Jogja. Tujuannya untuk membantu membantu perjalanan para pemudik.
"Sudah apel 16 hari penjagaan dan mulai senin, (24/3) sudah ke lapangan semua untuk pemantauan penjagaaan," terangnya.
Beberapa posko juga didirikan di wilayah Tempel, Piyungan dan setiap kabupaten/kota. Termasuk di setiap terminal.
Menurutnya kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah pusat menyebabkan mobilitias kendaraan mudik bergerak lebih awal. Beberapa kendaraan saat ini dinilai sudah mulai masuk ke Jogja.
"Kalau diperhatikan di Malioboro juga non ab (plat Jogja) juga sudah banyak," tuturnya.
Selain itu, libur lebaran tidak hanya dimanfaatkan masyarakat muslim. Namun juga masyarakat luas yang ingin berlibur di momen tersebut.
"Bagi masyarakat Jogja juga kita imbau kalau tidak ada kepentingan keluar, beri kesempatan mereka yang dari luar untuk menikmati Jogja," jelasnya. (oso)
Editor : Bahana.