SLEMAN - Tingkat graduasi atau berakhirnya kepesertaan keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) terus diupayakan. Hal ini sebagai indikator bahwa angka kemiskinan semakin menurun.
Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan Subagyo Rahayu menjelaskan, program graduasi bertujuan untuk mendorong KPM secara sadar. Sehingga, mereka yang sudah mampu secara ekonomi bisa mundur dari program ini.
Subagyo menjelaskan, jumlah KPM PKH di Kapanewon Seyegan mencapai 4.500 orang. Pada 2023 ada 25 keluarga graduasi dari target 30 keluarga. Tahun 2024 ada 47 keluarga graduasi dari target 60 keluarga. Mulai 2025, Kapanewon Seyegan menargetkan 80 orang yang bisa graduasi.
“Program ini diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di Seyegan," katanya.
Dia menyebut, angka kemiskinan Kapanewon Seyegan pada 2024 tercatat sebesar 11,97 persen. Menempati peringkat kedua tertinggi di Kabupaten Sleman. Padahal, kemiskinan tingkat kabupaten berada pada angka 7,46 persen.
Baca Juga: PT BEK Tuntaskan Rehabilitasi DAS Menoreh dengan Keberhasilan 97.48 Persen
"Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang telah lulus dari KPM PKH," katanya.
Di antaranya, bantuan usaha melalui badan usaha milik kalurahan mandiri. Selain itu, sertifikasi halal dari kantor urusan agama hingga pendampingan dalam pengurusan nomor induk berusaha.
Baca Juga: PT BEK Tuntaskan Rehabilitasi DAS Menoreh dengan Keberhasilan 97.48 Persen
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Sleman Feri Istanto menegaskan, program graduasi ini penting agar bantuan sosial bisa diberikan lebih merata. Hal ini mengingat anggaran yang tersedia jumlahnya terbatas.
"Dengan adanya graduasi mereka yang sudah mampu dapat memberikan kesempatan bagi yang membutuhkan," ujarnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita