Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani menjelaskan, revitalisasi lanjutan ini tidak berbeda dengan revitalisasi sebelumnya. Hanya meneruskan saja.
"Ini tahap kedua melanjutkan ruas taman hingga batas kota," katanya.
Dia menyebut untuk saat ini baru dilakukan penebangan pohon jenis glodogan. Sementara untuk konstruksi baru dimulai setelah lebaran.
Proyek revitalisasi ini sendiri dilakukan pada 17 Maret hingga 14 Juli 2025. Sebelumnya, untuk ruas dari perempatan Condongcatur hingga Selokan Mataram sepanjang 1,2 km sudah diselesaikan. Pekerjaan dilakukan pada periode 26 Agustus hingga 10 Desember 2024 lalu.
Berdasarkan pantauan Radar Jogja taman yang sudah selesai dibuat mirip seperti taman di Lapangan Denggung.
Dibangun menggunakan beton cor rendah, berbeda dari sebelumnya yang jauh lebih tinggi.
Selain itu, turut dipasang lampu hias. Pohon-pohon jenis glodogan yang sempat ditebang juga telah diganti menjadi pohon tabebuya dan pohon asam.
"Proyek lanjutan ini menggunakan APBD baru," kata Epiphana.
Dia menjelaskan, untuk revitalisasi tahap pertama mencapai Rp 3.727.814.708. Sementara untuk revitalisasi lanjutan sebesar Rp 2.908.187.802.
Dengan demikian, total menjadi Rp 6,6 miliar.
"Apakah nanti ada peresmian khusus atau tidak nanti saya matur bapak bupati dulu," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengaku, saat ini masih fokus untuk mengembangkan metode pengelolaan sampah. Baik dari hulu hingga hilir.
"Nanti akan saya cek terkait anggaran dan hasilnya itu seperti apa. Saya akan panggil DLH," jelasnya. (del)
Editor : Bahana.