SLEMAN - Kantor Bupati Sleman digruduk pendukung PSS Sleman usai mereka menyelenggarakan nonton bareng pada Selasa (11/3/2025) malam.
Dalam laga pekan ke-27 tersebut, Super Elang Jawa dikalahkan Persis Solo dengan skor 1-4.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, datangnya para pendukung PSS Sleman ke kantornya merupakan bentuk keprihatinan atas kondisi klub.
Sebagai bapak masyarakat Sleman, dia mengaku akan lebih prihatin apabila nanti PSS Sleman mengalami degradasi.
"Setelah nonton bareng di Tridadi mereka datang. Saya pulang ke rumah itu jam tiga pagi," katanya saat ditemui Rabu (12/3/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Harda mengaku turut menelepon Presiden Direktur PSS Gusti Randa.
Dikatakan bahwa dirinya diberi kesempatan untuk bertemu manajemen di Jakarta pada Kamis (13/3/2025) pukul 10.00 WIB.
"Saya terbang besok dan akan diskusi agar bagaimana caranya PSS Sleman tidak degradasi. Gampangnya gitu," katanya.
Mantan Sekda Sleman ini juga menyebut bahwa PSS Sleman sempat ditolak di mana-mana ketika akan bermain.
Sementara ketika bermain di Solo ada kemungkinan kalah.
"Kami berusaha betul untuk cari tempat. Alhamdulillah dibolehkan untuk bermain di Semarang," katanya.
Disinggung soal Stadion Maguwoharjo, Harda mengaku hari ini akan berkunjung ke kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY.
Dia ingin meminta izin agar stadion bisa digunakan selama masa pemeliharaan ini.
"Saya juga prinsip kalau tidak sesuai spesifikasi dan tujuannya tidak mau diterima," tambahnya.
Dia berharap agar manajemen memahami bahwa PSS Sleman lahir dari keringat masyarakat Sleman.
Sehingga, sudah semestinya serius dalam melakukan pembinaan.
"Ini membawa nama Sleman, harus diperjuangkan dan dipertahankan," tegasnya. (del)
Editor : Meitika Candra Lantiva