SLEMAN - Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) terus disusun. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan forum konsultasi publik Selasa (4/3).
Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, perlu disusun target, program prioritas, serta indikator kerja yang terukur. Selanjutnya, mesti sejalan dengan visi dan misi.
"Perlu inovasi, kolaborasi, dan pendekatan berbasis data. Khususnya dalam perumusan kebijakan yang berkelanjutan dan inklusif," jelasnya.
Acara ini sendiri diikuti oleh 155 orang. Terdiri dari perangkat daerah, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Harda berharap, forum ini bisa menghasilkan masukan bagi pembangunan. Sehingga, rencana Sleman bisa selaras pula dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Baca Juga: Info Pemadaman Listrik Rabu 4 Maret 2025 di Yogyakarta, Berikut Sejumlah Titik Lokasinya
"Diharapkan aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan dapat menyempurnakan rancangan awal RPJMD," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman Dwi Ananta Sudibyo menyebut, memang telah ada isu strategis dan rekomendasi. Misalnya, kemiskinan yang kini penurunannya melambat, gini ratio yang semakin lebar, masalah sampah, dan sarana prasarana publik.
Menurutnya, salah satu tantangan dalam penyusunan RPJMD adalah menentukan target. Di sini harus seimbang antara optimistisme dan realita di lapangan. Baik itu soal sumber daya manusia dan anggaran.
"Sangat tergantung optimisme kepala daerah. Beliau-beliau nanti yang bertanggung jawab pada masyarakat," jelasnya.
Sudibyo berharap, forum konsultasi publik ini bisa berjalan maksimal. Sehingga, menghasilkan ide-ide dan dan gagasan yang inovatif untuk kemajuan Kabupaten Sleman. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita