Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebanyak 23 SPPG yang Dikelola Bumkal di Tiga Kabupaten akan Turut Jadi Penyedia MBG

Delima Purnamasari • Jumat, 28 Februari 2025 | 21:19 WIB

 

Peletakan batu pertama oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria
Peletakan batu pertama oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria

SLEMAN - Sebanyak 23 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) dan Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama (BUMKalma) mulai dibangun.

Salah satunya yang berada di Drono, Kalurahan Tridadi.

Peletakan batu pertama sendiri langsung dilakukan oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Jumat (28/2).

Lokasi SPPG tersebar di Kabupaten Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Dari 23 SPPG, 19 titik berada di Kabupaten Sleman.

Riza menyebutkan, tertanggal 18 Februari sudah ada 501 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang siap mendukung program makan bergizi gratis (MBG).

Hingga kini telah ada 27 yang sudah jadi pemasok aktif.

"Anggaran desa juga telah dialokasikan minimal 20 persen untuk ketahanan pangan. Harapannya juga dapat memperkuat pangan lokal," katanya.

Menurutnya, dengan adanya mitra dari BUMDes ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Dia memperkirakan perputaran uang di desa bisa mencapai empat sampai delapan kali lebih besar.

"Kepala desa bisa mempersiapkan potensi masing-masing. Bisa menanam padi, sayur, hingga ternak untuk MBG," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Forum BUMD DIJ Raden Agus Choliq menjelaskan, SPPG dibangun menggunakan kas dan dana dari investor.

Untuk satu SPPG diperkirakan membutuhkan Rp 2,5 miliar termasuk untuk membeli peralatan.

"Jadi ada 23 titik. Untuk simbolisnya kami letakan di Tridadi ini," katanya.

Sementara terkait anggaran dana desa 20 persen untuk ketahanan pangan digunakan untuk pengembangan bahan pangan. Misalnya, penanaman sayuran dan pemeliharaan ternak.

"Bumkal di DIJ bersatu menanam dan produksi sesuai yang dibutuhkan dapur," tambahnya.

Untuk SPPG di Tridadi ini dia menyebut ditargetkan dapat beroperasi pada April. Sebanyak 3.500 yang akan jadi penerima manfaatnya.

"Kami mengajukan diri untuk bisa mendapat slot menjadi dapur. Prosesnya lama, tiga bulan kami berkordinasi," katanya.

Lahan di Tridadi sendiri seluas 600 meter dan 400 meter digunakan untuk dapur. Agus menyebut, untuk tenaga kerja berasal dari masyarakat yang akan direkrut dari Badan Gizi Nasional (BGN). (del)

Editor : Bahana.
#Mbg #Sleman #SPPG