SLEMAN – Terkait kemungkinan memperluas area pelaksanaan car free day (CFD), Dinas Perhubungan Sleman perlu melakukan kajian lebih lanjut.
Upaya ini efektif menjadi ladang edukasi untuk meminimalkan penggunaan kendaraan bermotor. Saat ini, hanya ada satu lokasi CFD di Kabupaten Sleman, yaitu di sekitar Lapangan Pemda.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana mengatakan, banyak lapangan desa yang mulai dijadikan pusat kegiatan masyarakat dan memiliki potensi untuk mengembangkan program CFD.
Namun, ia mengungkapkan bahwa dari segi infrastruktur, Lapangan Pemda lah yang paling siap, terutama dalam hal trotoar yang memadai dan akses yang mudah untuk menutup jalan.
"Tapi kami lihat infrastruktur yang siap trotoarnya itu Lapangan Pemda ini. Nutupnya (jalan) juga mudah," katanya.
Program CFD di Kabupaten Sleman sendiri baru dimulai pada 2024, dan kegiatan ini berlangsung setiap Minggu pagi, mulai pukul 05.00 hingga 09.00.
Selama CFD, masyarakat banyak yang berolahraga seperti lari atau menggunakan alat fitness yang tersedia.
Selain itu, mereka juga dapat menikmati berbagai makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang setempat.
"Kami berusaha memberikan ruang yang cukup tanpa terganggu kebisingan. Termasuk untuk anak-anak," ujarnya.
Arip menilai bahwa kebijakan CFD memberikan dampak positif, karena tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi untuk kesehatan, tetapi juga untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
"Meski jarak dekat sudah terbiasa pakai motor. Secara pribadi berharap jalan kaki bisa kembali jadi kebiasaan," jelasnya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita