SLEMAN - Kenaikan harga pakan ikan yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir semakin menyulitkan para pembudidaya ikan di Kabupaten Sleman. Keuntungan makin menipis karena fenomena ini.
Salah satunya Suradi pemilik kolam ikan di Purwomartani, yang menyebutkan bahwa harga pakan ikan jenis 781 sudah tembus Rp 400 ribu, jauh lebih mahal dibandingkan harga sebelumnya.
“Sejak 2019, harga pakan melonjak tajam. Harganya (pakan) sudah tidak seperti dulu,” ungkap Suradi.
Menurutnya, dulu produksi ikan nila, patin, bawal, dan lele bisa mencapai 4 ton per hari, namun sekarang hanya sekitar 1,5 ton.
“Bantuan ada, tetapi jumlahnya terbatas, terutama untuk ikan nila yang harus diberi pakan pabrikan, berbeda dengan lele yang masih bisa diberi pakan limbah,” tambahnya.
Kondisi ini membuat banyak pembudidaya ikan gulung tikar, bahkan beberapa kolam ikan dialihfungsikan menjadi sawah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Suparmono mengakui tingginya harga pakan pabrikan yang sulit dijangkau oleh para pembudidaya.
“Kami berusaha mencari alternatif pakan seperti pakan mandiri, namun jumlahnya tetap tidak mencukupi kebutuhan,” ucapnya.
Oleh karena itu, salah satu yang diupayakan adalah penggunaan teknologi. Seperti penggunaan kincir dengan oksigen tinggi dan bioflok.
"Jadi pakannya lebih efisien. Makannya buat ikan jadi bagus dan berdaging," tambahnya.
Dia mengatakan, jumlah produksi rata-rata ikan air tawar setiap bulannya mencapai 4.600 ton.
Pemasarannya turut dibantu dengan tempat pemancingan yang ada di 92 lokasi dan tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sleman. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita