SLEMAN - Hajatan di Krasakan, Lumbungrejo, Kapanewon Tempel sebabkan keracunan massal pada Minggu (9/2).
Kejadian luar biasa ini telah menyebabkan korban hingga puluhan orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama mengatakan, keracunan terjadi sejak pagi.
Dia menegaskan pihaknya bersama tim Field Epidemiology Training Program (FETP) sudah berada di lapangan.
"Puskesmas Tempel 1 sudah buka posko kesehatan di rumah warga. Lintas sektor juga sudah buka posko laporan di kapanewon," katanya.
Informasi sementara masyarakat telah dirujuk pada rumah sakit dan puskesmas terdekat.
Di RSUD Sleman ada 40 orang yang semuanya telah pulang dan mendapatkan pengobatan.
Selanjutnya, di RS Queen Latifa ada enam orang dan semua pulang.
Lalu RS PKU Muhammadiyah Sleman sebanyak 19 orang pulang dan satu rawat inap. Lalu ada RSUD Muntilan sebanyak dua orang dan sudah pulang.
Serta Rumah Sakit Akademik UGM dengan tiga orang dan sudah pulang.
"Saat ini masih proses observasi dan pemeriksaan sembilan orang," tambah Cahya.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD pada tanggal Sabtu (8/2) saat siang hari ada hajatan nikahan.
Lalu pada pukul 19.00 sebagian warga merasakan demam, pusing, menggigil, dan diare. Selanjutnya, pada hari Minggu (9/2) mereka melakukan pemeriksaan di rumah sakit dan puskesmas terdekat. (del)
Editor : Bahana.