SLEMAN - Teramati Guguran lava sebanyak 27 kali ke arah Kali Bebeng, Kali Krasak, Kali Sat dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.
Periode pengamatan Jumat 7 Februari 2025 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, mendung, dan hujan.
Angin bertiup tenang, lemah, dan sedang ke arah barat dan timur.
Suhu udara 18.2-28.7 °C, kelembaban udara 64.4-98 %, dan tekanan udara 871.2-915.8 mmHg.
Volume curah hujan 38 mm per hari.
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, tebal dan tinggi 10-15 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran 145 kali; kegempaan hybrid/fase banyak 34 kali; dan kegempaan tektonik jauh satu kali.
Baca Juga: Mulai dari Dasar, Tujuh Mahasiswa Luar Negeri Belajar Bahasa Indonesia di Untidar
Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2020.
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran [ APG] terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin