SLEMAN - Ada 36 titik early warning system (EWS) yang tersebar di Bumi Sembada. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memastikan semuanya berfungsi dengan baik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan menjelaskan, ada berbagai jenis EWS yang terpasang. Mulai dari banjir, tanah longsor, hingga awan panas.
"Jumlahnya sementara ini cukup dan belum ada rencana penambahan," katanya.
Makwan menegaskan, seluruh EWS tersebut pasti berfungsi. Hal ini lantaran telah dilakukan pengecekan rutin oleh petugas.
"Penjaga itu orang yang kami beri kompensasi untuk memastikan semua EWS hidup," ucapnya.
Dia juga menyebut, semua EWS juga dibunyikan serentak pada waktu tertentu. Misalnya, saat peringatan bulan pengurangan risiko bencana (PRB) dan detik-detik proklamasi 17 Agustus.
"Kami hidupkan untuk mendukung agenda sembari ngecek juga," ucapnya.
Menurutnya, EWS ini jadi alat penting, apalagi siaga darurat hidrometrologi masih diterapkan hingga 31 Maret. BPBD Kabupaten Sleman sendiri masih melakukan aktivasi posko.
"Dari informasi yang kami terima ada potensi cuaca ekstrem dari siklon tropis taliah. Puncaknya diperkirakan 8 Februari," tambahnya.
Dia hanya berharap agar modifikasi cuaca dari BMKG bisa diteruskan hingga waktu tersebut. Sehingga, potensi bencana bisa diminimalisasi.
"Tapi kalau modifikasi dilanjutkan terus dikhawatirkan tidak ada air di daratan. Jadi pilihannya air kurang atau banjir," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sleman Susmiarto mengimbau, masyarakat agar berperan aktif dalam antisipasi bencana. Misalnya, apabila ada pohon rawan tumbang bisa melakukan pemangkasan. "Kalau tidak punya alatnya bisa lapor, nanti kami bantu," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita