Padahal, sisa waktu tinggal 297 hari atau 34,10 persen dari total kontrak.
Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Area DIY PT Adhi Karya (Persero) Tbk Agung Murhandjanto menuturkan, kontrak seksi ini direncanakan selama 871 hari.
Dia mengaku optimistis pembangunan bisa selesai tepat waktu.
Pekerjaan juga terus dikebut. Termasuk melakukan pembangunan di area Makam Mbah Celeng yang sebelumnya sudah dibebaskan.
Agung menuturkan, di lokasi tersebut sudah dilakukan penimbunan.
Nantinya akan dipasang box pedestrian untuk masyarakat yang akan menuju embung.
Sedangkan jalur tol akan berada di atas box tersebut.
Agung memastikan mata air di sekitar tol tidak akan terganggu.
"Kendala kami saat ini ada di lahan. Nanti ketika semua sudah terbebaskan bisa lebih cepat," katanya.
Agung mengatakan, masih ada 16,2 persen lahan yang belum dibebaskan.
Terdiri dari dua kandang sapi milik kelompok peternak, lalu dua makam umum yang belum dipindahkan, serta kantor pengkreditan milik pemerintah kabupaten Sleman.
"Ada juga tanah hak milik, tetapi ahli warisnya belum ditemukan," katanya.
Agung menyebutkan, kecepatan relokasi ini bergantung pada Jasa Marga.
Untuk saat ini, pihaknya akan fokus melakukan percepatan pembangunan di area ring road.
"Kalau di ring road itu tidak ada kendala lahan," ucapnya.
Sementara itu, salah satu warga Sleman Suraji berharap, pembangunan Tol Jogja-Solo ini juga memperhatikan warga yang terdampak secara tidak langsung.
Khususnya soal debu dan kebisingan.
"Kalau mereka yang terdampak langsung justru sudah pindah. Sementara banyak warga justru masih tinggal di sekitar lokasi pembangunan," katanya. (del)
Editor : Bahana.