Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dirlantas Polda DIY Sebut Kecelakaan di Condongcatur Bukan karena Balap Liar, tapi Ngetes Motor

Gregorius Bramantyo • Rabu, 29 Januari 2025 | 04:15 WIB

 

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Yuswanto Ardi.
Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Yuswanto Ardi.

SLEMAN – Kecelakaan di kawasan ring road utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (25/1/2025) disebut bukan merupakan aksi balap liar. Namun remaja yang iseng untuk menguji kecepatan motor.

“Memang terkesan seperti balap liar, tetapi setelah kami pantau, itu lebih ke mereka yang sedang ‘ngetes’ motor,” sebut Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Yuswanto Ardi saat dihubungi Radar Jogja Selasa (28/1/2025).

Ardi turut menyayangkan maraknya aktivitas semacam ini yang sering kali terjadi. Terlebih pada malam hari saat masa liburan. Dia mengklaim, telah meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan. Seperti perempatan Condongcatur dan Monjali.

Hanya saja, patroli ini dilaksanakan dengan pengamanan terbuka menggunakan kendaraan patroli. Bertujuan untuk mencegah kegiatan balap liar serta mengurangi gangguan dari suara bising knalpot kendaraan yang tidak sesuai standar. “Yang jelas itu memang kami akui sangat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lain,” jelasnya.

Selain patroli, pengawasan di U-turn dekat persimpangan juga diperketat. Setiap malam, terutama dari pukul 18.00 hingga subuh, personel polisi disiagakan untuk memantau dan menindak para pengendara yang terindikasi trek-trekan.

Meski sudah dilakukan berbagai langkah preventif, kecelakaan yang menelan korban jiwa tersebut masih saja terjadi. Ardi justru menyebut, kecelakaan bisa terjadi kapan saja, bahkan di sekitar pos polisi sekalipun. “Yang jelas untuk titik-titik rawan sudah kami plotting personel penjagaan,” ujar mantan kapolresta Sleman ini.

Dalam video yang beredar di media sosial, para remaja di simpang empat Condongcatur langsung tancap gas saat lampu hijau menyala. Hal ini pun mengakibatkan tabrakan beruntun. Satu remaja meninggal dunia, dan tiga orang lainnya luka-luka.

Kasatlantas Polresta Sleman AKP Mulyanto mengatakan, ketiga korban yang juga merupakan saksi masih menjalani perawatan medis. “Belum bisa dimintai keterangan,” katanya.

Dia menjelaskan, kronologi kecelakaan berawal ketika empat sepeda motor tanpa dilengkapi nomor polisi melaju dari arah timur di perempatan Condongcatur menuju Kentungan.

 

Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor Kawasaki KLX yang dikendarai korban meninggal yakni FDA membentur separator jalan dan terjatuh. Karena jarak yang saling berdekatan, motor yang berada di belakangnya yakni Kawasaki KLX, Yamaha MX, dan Kawasaki Ninja tak bisa menghindar. “Membentur sepeda motor yang terjatuh tersebut,” jelas Mulyanto.

Kerasnya benturan mengakibatkan FDA meninggal dunia di Rumah Sakit JIH. Sementara pengendara berinisial MB mengalami patah tulang dan rawat inap di JIH. Pengendara berinisial WB mengalami dislokasi bahu kiri dan luka lecet di paha kanan maupun kiri. Sedangkan FGM mengalami luka lecet di kaki dan rawat jalan.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. “Dugaan kami balap liar,” ucap Mulyanto. (tyo/eno)

 
Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kecelakaan #dirlantas #iseng #Sleman #Polresta Sleman #korban #Kombes Pol #menguji #depok #Yuswanto Ardi #Ring Road Utara #sepeda #pengawasan #remaja #balap liar #kecepatan motor #persimpangan #POLDA DIY #condongcatur #aksi balap liar