Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman lakukan antisipasi atas kondisi membahayakan tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menjelaskan, kegiatan dilaksanakan selama dua hari.
Pada Minggu hingga Senin (26-27/1). Pohon yang dipangkas sendiri ada di jalan kabupaten, tepatnya ruas Sidomoyo-Cebongan.
"Hari pertama sekitar 50 pohon, sisanya dilakukan pada hari kedua," katanya.
Bambang mengatakan, pohon tersebut merupakan kepemilikan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pemangkasan dilakukan pada pohon yang melintang di jalan dan berpotensi membahayakan.
"Dahannya akan diangkut oleh DLH pada Kamis 30 Januari," tambahnya.
Dia menyebut banyak elemen tergabung dalam agenda ini. Mulai dari BPBD sendiri, DLH, TNI, Polri, Satpol PP, hingga unsur pemerintah Kapanewon Godean.
"Ini penting dilakukan pada situasi darurat siaga hidrometeorologi," katanya.
Sebelumnya, Kepala DLH Sleman Epiphana Kristiyani menyebut, kayu hasil dari pemeliharaan pohon akan dikumpulkan di area Stadion Tridadi.
Selanjutnya, dilakukan pelelangan. Pendapatan ini akan masuk ke BKAD.
"Pohon-pohon ini adalah aset daerah. Kami tidak boleh sembarangan mengelolanya," ucap Epiphana.
Sementara itu, salah warga Sleman Resti Damayanti menjelaskan, perawatan pohon untuk antisipasi bencana memang sangat penting. "Tapi juga dipertimbangkan tingkat kerimbunannya agar ke depan tidak jadi gersang," ucap Resti. (del)
Editor : Bahana.