Untuk ikut mengantisipasi hal ini, Dinas Perhubungan akan menambah satu armada bus sekolah gratis.
Kepala Seksi Keselamatan Transportasi Dinas Perhubungan Sleman Rosalyna Setia Wardhani menuturkan, angka tersebut didasarkan pada data Satlantas Polresta Sleman.
Pada 2024 kecelakaan pada usia 15-19 tahun juga jadi yang terbanyak kedua dengan 555 kejadian. Sementara usia 10-14 tahun menyumbang 121 kejadian.
"Angka kecelakaan Sleman jadi nomor satu se-DIJ. Kami coba menanggulangi laka lantas pada pelajar jadi diperlukan bus sekolah lagi," ucap Rosa.
Dia menyebut bus sekolah ini akan dibeli pada April mendatang. Sehingga, akan ada tiga bus sekolah gratis yang melayani para siswa.
"Kami masih mengkaji. Rencana untuk Sleman timur tapi belum pasti," katanya.
Dua bus yang sudah berjalan sendiri melayani dua koridor. Dari Dinas Perhubungan hingga Pasar Gelut Godean dan begitu pula sebaliknya.
Menurut Rosa, operasi bus baru ini akan dipilih untuk rute dengan banyak sekolah. Masing-masing sekolah juga akan disurvei untuk mengetahui asal rumah siswa.
Selanjutnya, dibuat surat keputusan bupati.
"Jangan sampai sudah ditentukan, tetapi para siswa tidak tinggal di area rute. Nanti enggak berhasil," katanya.
Kapasitas bus baru ini diperkirakan untuk 20 anak. Rosa mengatakan tidak dipilih bus dengan ukuran lebih besar agar aksesnya lebih mudah.
Dia mengatakan, penambahan bus ini juga dikarenakan respons positif pada dua bus sebelumnya. Para siswa jadi lebih tepat waktu datang dan pulang dari sekolah.
"Bus ini juga mendukung program kabupaten layak anak. Siswa fokus dari rumah ke sekolah, enggak nongkrong dulu," tandasnya.
Editor : Bahana.