Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Serenyah Scratching Martabak Mas Apink; Kateratchy, Profesional DJ JHF yang Menjadi Pedagang Martabak Kaki Lima di Jogja

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 19 Januari 2025 | 23:09 WIB
Dokumentasi Mohamad Aprianto untuk Radar Jogja.
Dokumentasi Mohamad Aprianto untuk Radar Jogja.

SLEMAN - Seorang Disc Jockey (DJ) umumnya erat dengan dunia yang glamour dan ingar bingar. 

Namun tidak bagi Apink, setelah turun panggung, ia tak malu lanjut jualan martabak di pinggiran jalan. 

Saat melintasi Jalan Kaliurang Kilometer 8,5 Sleman, sekelebat tampak seorang penjual martabak yang tak asing wajahnya. 

Dandanannya necis dan terlihat nyentrik. 

Sambil membolak-balik martabak di wajan penggorengan, laki-laki itu sesekali mengencangkan ikatan handuk yang dipakai sebagai penutup kepala. 

Ternyata penjual martabak itu adalah Mohamad Aprianto, seorang DJ turntables profesional di grup musik Jogja Hiphop Foundation (JHF). 

Bagi pecinta musik genre hiphop di Indonesia, nama JHF tak asing lagi di telinga. 

Grup hiphop asal Jogja tersebut telah malang-melintang di Indonesia, bahkan hingga tour di beberapa negara. 

"Dulu sempet tour ke Eropa dan Numea/Caledonia bareng JHF," ujar pria yang akrab dipanggil Apink, Sabtu (18/1/2025). 

Pria kelahiran Tegal itu telah berkiprah di dunia musik hiphop selama kurang lebih 20 tahun. 

Ia pernah bergabung dengan beberapa grup musik hiphop di Indonesia. 

Awal mula ia menjadi DJ saat bergabung dengan Retorika, grup musik hiphop asal Semarang sekitar tahun 2003. 

"Sempat belajar DJ di Bandung dengan DJ Eone Cronik dari grup hiphop legend Homicide," tuturnya. 

Ia juga pernah menjadi DJ di grup musik Fade2Black dari Bogor yang saat ini banyak karyanya berkolaborasi dengan musisi solo, Bondan Prakoso. 

Di grup tersebut ia berkontribusi mengisi sampel-sampel suara scratch di album ‘Tabik!. 

Setelah itu, ia pun memutuskan untuk meninggalkan Bogor dan merantau ke Jogja. 

"Di Jogja dari 2009, jadi sekitar 15 tahun di sini," bebernya. 

Saat di Jogja, ia kemudian bergabung dengan kelompok kolektif Hellhouse yang banyak memunculkan grup hiphop ataupun rapper ternama di Jogja. 

Hingga saat ini ia masih memainkan peran sebagai DJ di grup JHF, DPMB, Jahanam dan semua rapper yang tergabung dalam kolektif Hellhouse. 

"Saya juga buka private DJ khusus turntables namanya Rockin Habbit," tambah orang dengan nama panggung DJ Kateratchy itu.

Uniknya, selain melakoni pekerjaan sebagai DJ profesional, ia juga berjualan martabak di pinggir jalan. 

Martabak Mas Apink, begitu nama yang tertulis di gerobak kuning itu. 

Bahkan, ia sudah memiliki dua cabang martabak yang satunya berlokasi di Jalan Palagan, Sleman. 

"Ya memang pekerjaan saya penjual martabak, meneruskan usaha turun temurun keluarga," ujarnya. 

Menurutnya martabak sudah melekat dengan hidupnya, bahkan jauh sebelum ia menjadi DJ. 

Banyak teman-temannya yang juga heran karena ia masih mau berjualan martabak. 

Tidak sedikit juga temannya yang menyarankan untuk membuka usaha yang segaris dengan budaya hiphop seperti brand fashion dan sebagainya. 

"Buat saya nge-DJ dan berjualan martabak itu sumber yang membuat saya bisa makan dan ngasih makan untuk keluarga saya," tegasnya. 

Menurutnya, membuat martabak rasanya sama dengan meracik musik. 

Bahan-bahan dan bumbu yang pas ditambah skill si pembuatnya akan menghasilkan hidangan martabak yang lezat. 

Nge-DJ juga begitu, komposisi musik dari berbagai bunyi yang diramu melalui telinga dan rasa seorang DJ dapat menjadi alunan musik yang ciamik. 

"Muter adonan (martabak) seperti muter piringan vinil, pokoknya sama kayak lagi scracthing ngemix lagu di turntables," kata adik kandung mantan pemain PSIM Jogja nomor punggung tujuh, M Irfan itu. (oso) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Disc Jockey (DJ) #disc jockey #penjual martabak #Jalan Kaliurang