SLEMAN - Sepanjang tahun 2024 telah terjadi 317 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Sleman. Untuk itu, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman melakukan upaya pengendalian.
Plt Kepala DP3 Sleman Suparmono menjelaskan, dari jumlah tersebut ada 282 kasus aktif. Sebanyak 32 ekor ternak sembuh, sementara tiga sisanya mati.
"Kami lakukan tindakan pengendalian dengan peningkatan surveilans, investigasi, pengambilan sampel, dan pengujian," katanya.
Berbagai kegiatan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi sumber penularan. Selain itu, mengetahui faktor risiko, epidemiologi penyakit, dan penyebab kematian ternak. "Petugas dengan cepat merespons dan melaporkan kasus hewan ternak sakit atau mati di lapangan ke iSIKHNAS," tambah Suparmono.
Masyarakat yang memiliki hewan ternak sakit atau mati juga diminta aktif melaporkan pada petugas. Untuk kandang dengan hewan yang sakit juga diminta untuk ditutup sementara.
Menurut Suparmono, DP3 terus memberikan vaksinasi PMK. Pada 2022, sebanyak 37.145 dosis, 2023 dengan 39.445 dosis, dan 2024 mencapai 19.187 dosis.
"Setelah vaksinasi dilakukan pengambilan sebanyak 60 sampel. Capaian sebesar 83,3 persen sehingga vaksinasi terbukti efektif membentuk antibodi terhadap PMK," bebernya.
Salah satu peternak sapi Supadi menjelaskan, masifnya wabah PMK yang lalu bahkan belum mengembalikan produksi susu yang bisa mencapai 30 liter. "Sapi sekarang rata-rata pada angka 15 liter," keluhnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita