SLEMAN - Teramati 9 kali guguran lava ke arah Baratdaya (Kali Bebeng dan Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.
Periode pengamatan Selasa 24 Desember 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi mendung.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.
Suhu udara 16-26 °C, kelembaban udara 72-99 %, dan tekanan udara 768.2-918.8 mmHg.
Volume curah hujan 10 mm per hari.
Gunung Merapi kabut 0-III, kabut 0-I, kabut 0-II.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 100 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan Guguran 174 kali; kegempaan hybrid/fase banyak 78 kali; dan kegempaan vulkanik dangkal 17 kali.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi Siaga Level 3, ditetapkan sejak 5 November 2020.
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin