SLEMAN - Teramati 33 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng, Krasak dan Sat) dengan jarak luncur maksimum 1600 meter.
Terdengar satu kali guguran lava dengan intensitas kecil dari Pos Babadan.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.
Periode pengamatan Senin 23 Desember 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, mendung, hujan.
Angin bertiup tenang ke arah timur.
Suhu udara 18-24.4 °C, kelembaban udara 58-99 %, dan tekanan udara 768-918.7 mmHg.
Volume curah hujan 106 mm per hari.
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 25-125 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran 204 kali; kegempaan hybrid/fase banyak 117 kali; kegempaan Vulkanik Dangkal 15 kali; dan kegempaan tektonik jauh tiga kali.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL 3, ditetapkan sejak 5 November 2020.
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran [APG] terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin