SLEMAN - Destinasi wisata menjadi salah satu titik keramaian selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman telah menyiapkan beberapa strategi.
Kepala Dishub Sleman Arip Pramana menuturkan, apabila terjadi kepadatan akan dilakukan pembatasan jumlah pengunjung. Jika terdapat lonjakan arus kendaraan menuju objek wisata juga akan diterapkan sistem satu arah.
Baca Juga: Usai Kalahkan PSIS Semarang, PSS Sleman Berambisi Permalukan Macan Kemayoran di JIS
"Perlu ada penjadwalan kegiatan pariwisata agar tidak terjadi penumpukan lalu lintas," katanya.
Menurutnya, hal tersebut adalah langkah krusial mengingat 45,67 persen orang yang datang adalah dengan tujuan wisata. Sementara 32,36 persen untuk liburan pulang kampung, merayakan Nataru 19,96 persen, dan bisnis atau tugas sebesar dua persen.
Baca Juga: Geluti Bisnis Pakan Ternak, Alumni Polbangtan Kementan Raup Cuan
"Kami juga telah melaksanakan ramp check untuk menilai kelayakan bus untuk angkutan dan kendaraan untuk wisata di sekolah," ujarnya.
Arip juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat melewati jalur rawan kecelakaan. Di antaranya, Jalan Wates KM 5, 7, 9; Jalan Solo KM 1, 13, 10; Jalan Magelang KM 11, 14; serta jalan menuju Breksi.
Baca Juga: Studi Tiru, Bendungan Bener Purworejo Akan Tiru Bendungan Sermo di Kulon Progo
Dishub Sleman juga memiliki enam posko. Terdiri dari satu posko induk di dishub,
dua posko pemantauan dan monitoring lalu lintas Denggung/Tempel dan Prambanan, serta tiga posko monitoring penumpang di Terminal Condongcatur, Terminal Prambanan, dan Terminal Pakem.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid menjelaskan, tujuan utama kunjungan wisatawan masih fokus pada destinasi wisata alam. Seperti Kaliurang, Kaliadem, dan Tebing Breksi. Selain itu, destinasi wisata budaya, seperti Candi Prambanan dan Ratu Boko.
Dia mengatakan, tidak kurang dari 36,25 persen wisatawan yang berkunjung ke DIY akan mengunjungi Kabupaten Sleman. Sebanyak 69 persen di antaranya berasal dari luar DIY.
"Kami menargetkan pergerakan wisatawan pada kisaran 350 ribu sampai 500 ribu," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita