Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tempat Wisata Jadi Salah Satu Titik Keramaian Selama Libur Nataru, Dishub Sleman Siapkan Beberapa Strategi

Delima Purnamasari • Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:00 WIB

 

MEMACU ADRENALIN: Pengunjung saat mencoba menggunakan jip untuk melewati aliran sungai di lereng Gunung Merapi Senin (16/9/2024).
MEMACU ADRENALIN: Pengunjung saat mencoba menggunakan jip untuk melewati aliran sungai di lereng Gunung Merapi Senin (16/9/2024).

SLEMAN - Destinasi wisata menjadi salah satu titik keramaian selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman telah menyiapkan beberapa strategi. 

Kepala Dishub Sleman Arip Pramana menuturkan, apabila terjadi kepadatan akan dilakukan pembatasan jumlah pengunjung. Jika terdapat lonjakan arus kendaraan menuju objek wisata juga akan diterapkan sistem satu arah. 

 Baca Juga: Usai Kalahkan PSIS Semarang, PSS Sleman Berambisi Permalukan Macan Kemayoran di JIS

"Perlu ada penjadwalan kegiatan pariwisata agar tidak terjadi penumpukan lalu lintas," katanya. 

Menurutnya, hal tersebut adalah langkah krusial mengingat 45,67 persen orang yang datang adalah dengan tujuan wisata. Sementara 32,36 persen untuk liburan pulang kampung, merayakan Nataru 19,96 persen, dan bisnis atau tugas sebesar dua persen. 

 Baca Juga: Geluti Bisnis Pakan Ternak, Alumni Polbangtan Kementan Raup Cuan

"Kami juga telah melaksanakan ramp check untuk menilai kelayakan bus untuk angkutan dan kendaraan untuk wisata di sekolah," ujarnya. 

Arip juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat melewati jalur rawan kecelakaan. Di antaranya, Jalan Wates KM 5, 7, 9; Jalan Solo KM 1, 13, 10; Jalan Magelang KM 11, 14; serta jalan menuju Breksi. 

 Baca Juga: Studi Tiru, Bendungan Bener Purworejo Akan Tiru Bendungan Sermo di Kulon Progo

Dishub Sleman juga memiliki enam posko. Terdiri dari satu posko induk di dishub,

dua posko pemantauan dan monitoring lalu lintas Denggung/Tempel dan Prambanan, serta tiga posko monitoring penumpang di Terminal Condongcatur, Terminal Prambanan, dan Terminal Pakem. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid menjelaskan, tujuan utama kunjungan wisatawan masih fokus pada destinasi wisata alam. Seperti Kaliurang, Kaliadem, dan Tebing Breksi. Selain itu, destinasi wisata budaya, seperti Candi Prambanan dan Ratu Boko. 

 

Dia mengatakan, tidak kurang dari 36,25 persen wisatawan yang berkunjung ke DIY akan mengunjungi Kabupaten Sleman. Sebanyak 69 persen di antaranya berasal dari luar DIY. 

"Kami menargetkan pergerakan wisatawan pada kisaran 350 ribu sampai 500 ribu," ucapnya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#ramp check #arus kendaraan #Objek Wisata #posko #dishub #pengunjung #Lalu Lintas #Dinas Perhubungan #Terminal Prambanan #destinasi wisata #DIY #terminal pakem #Kabupaten Sleman #rawan kecelakaan #Terminal Condongcatur #lonjakan #Wisatawan #natal 2024 dan tahun baru 2025 #dishub sleman