SLEMAN – Keluhan dari berbagai pihak di Sleman terkait renovasi Stadion Maguwoharjo jadi perhatian Pemkab Sleman. Usulan dan keluhan pun sudah diteruskan ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIJ.
Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman Tina Hastani menjelaskan, telah berkoordinasi dan menyampaikan keluhan dan kekhawatiran terkait renovasi ini. “Hal ini utamanya tentang kondisi rumput di lapangan,” ungkapnya, Rabu (18/12).
Pemkab Sleman, kata dia, menghargai kewenangan BPPW selaku pelaksana kegiatan. Tapi dia berharap ada perhatian lebih terhadap kondisi lapangan. “Semoga catatan-catatan dari kami bisa ditindak lanjuti dengan lebih baik," katanya.
Renovasi Stadion Maguwoharjo awalnya ditargetkan selesai pada Minggu (15/12) lalu. Namun, hingga tenggat wakru berakhir, proses perbaikan masih belum selesai. Terkait hal ini, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengimbau masyarakat untuk menunggu.
Baca Juga: Jalan Bergelombang, Pikap Pengangkut Udang Oleng hingga Terguling di Tugu Pensil, Kulon progo
Kustini menyebut, anggaran dari Pemkab Sleman terbatas. Oleh sebab itu, renovasi Stadion Maguwoharjo menggunakan dana dari pemerintah pusat. "Memang belum jadi. Masyarakat tunggu saja. Pasti pusat memikirkan," katanya saat ditemui dalam agenda peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman.
Dia mengatakan, Pemkab Sleman sendiri juga akan menunggu. Nantinya penyerahan renovasi stadion ini dari kontraktor ke. Selanjutnya, baru nanti diterima oleh Pemkab Sleman.
"Proses penyerahannya nanti pada bupati itu sampai enam bulan. Kalau selesai baru kami bicarakan," ucapnya.
Stadion Maguwoharjo sendiri diperbaiki menggunakan APBN dengan nilai kontrak Rp 99,5 miliar. Namun, diadendum menjadi Rp 108 miliar. Dengan kontraktor PT. Karuniaguna Intisemesta, proyek ini memiliki masa pelaksanaan 355 hari kalender.
Editor : Heru Pratomo