Akibat Intensitas Hujan yang Tinggi, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sebut Mal Akan Jadi Alternatif Kunjungan Selama Nataru
Elang Kharisma Dewangga• Kamis, 19 Desember 2024 | 12:50 WIB
Pengunjung menyusuri pusat perbelanjaan di kawasan Depok, Sleman, Rabu (18/12). Dinas Pariwisata Sleman menyebut pusat perbrlanjaan menjadi alternatif kunjungan karena intensitas hujan tinggi.
SLEMAN - Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) akan segera tiba. Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman memprediksi mal akan menjadi alternatif kunjungan lantaran adanya intensitas hujan yang tinggi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid menjelaskan, mal yang diprediksi akan jadi alternatif wisata, seperti Pakuwon Mall, Plaza Ambarrukmo, Jogja City Mall, dan Sleman City Hall
"Pembelanjaan wisatawan selama Nataru diperkirakan pada kisaran Rp 1,75 juta sampai Rp 2,25 juta per kunjungan," katanya.
Sementara tujuan utama kunjungan wisatawan diyakini masih fokus pada destinasi wisata alam, seperti Kaliurang, Kaliadem, dan Tebing Breksi. Selain itu, destinasi wisata budaya, seperti Candi Prambanan dan Ratu Boko.
Dia mengatakan, tidak kurang dari 36,25 persen wisatawan yang berkunjung ke DIY mengunjungi Kabupaten Sleman. Sebanyak 69 persen di antaranya berasal dari luar DIY.
"Kami menargetkan pergerakan wisatawan pada kisaran 350 ribu sampai 500 ribu," ucapnya.
Terkait lama tinggal wisatawan, diperkirakan pada kisaran 1,05 sampai dengan 1,10 hari. Sementara keterisian hotel bintang maupun non-bintang pada kisaran 70-85 persen.
Zayid turut menuturkan, ada 80 acara yang akan memeriahkan Nataru kali ini. Sebanyak 50 persen di antaranya akan dilaksanakan pada 31 Desember sejak siang hingga malam hari. Selain itu, terdapat 25 acara yang akan mengadakan pesta kembang api saat pergantian tahun.
"Kembang api tersebar di seluruh Sleman, 60 persen di antaranya di kawasan Sleman tengah, yakni Kapanewon Depok dan Mlati," katanya.
Dia turut mengimbau pada seluruh pengelola destinasi wisata, penyelenggara acara, dan wisatawan untuk selalu memperbarui inforrmasi terkait kondisi cuaca. Apabila nantinya terjadi keadaan darurat, dipersilakan untuk menghubungi 112.
"Jangan menaikkan harga dengan tidak wajar. Pasang informasi harga di tempat yang dapat dilihat pelanggan," ucapnya.
Sementara itu, salah satu wisatawan dari Jakarta Septi Aminasari menjelaskan, memilih untuk berwisata ke Jeep Merapi. "Tertarik sewa jasa jeep karena ingin tahu soal sejarah Merapi," ucapnya. (del)