Terkait hal ini, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengimbau masyarakat untuk menunggu.
Kustini menilai, anggaran dari Pemkab Sleman terbatas. Oleh sebab itu, renovasi Stadion Maguwoharjo menggunakan dana dari pemerintah pusat.
"Memang belum jadi. Masyarakat tunggu saja. Pasti pusat memikirkan," katanya saat ditemui dalam agenda peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman, Rabu (18/12).
Dia mengatakan, Pemkab Sleman sendiri juga akan menunggu. Nantinya penyerahan renovasi stadion ini dari kontraktor ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY.
Selanjutnya, baru nanti diterima oleh Pemkab Sleman.
"Proses penyerahannya nanti pada bupati itu sampai enam bulan. Kalau selesai baru kami bicarakan," ucapnya.
Stadion Maguwoharjo sendiri diperbaiki menggunakan APBN dengan nilai kontrak Rp 99,5 miliar. Namun, diadendum menjadi Rp 108 miliar.
Dengan kontraktor PT. Karuniaguna Intisemesta, proyek ini memiliki masa pelaksanaan 355 hari kalender.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman Tina Hastani menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dan menyampaikan keluhan dan kekhawatiran terkait renovasi ini.
Hal ini utamanya tentang kondisi rumput di lapangan.
"Kami menghargai kewenangan BPPW selaku pelaksana kegiatan. Kami berharap ada perhatian lebih terhadap kondisi lapangan. Semoga catatan-catatan dari kami bisa di tindak lanjuti dengan lebih baik," katanya. (del)
Editor : Bahana.