SLEMAN - Dari total anggaran makan bergizi gratis sejumlah Rp 115 miliar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman baru menyediakan Rp 105 miliar. Jumlah tersebut untuk membiayai program nasional ini selama sebelas bulan.
Sekretaris Daerah Sleman Susmiarto menuturkan, kekurangan anggaran tersebut akan ditutup pada perubahan anggaran 2025. Dia mengaku tidak khawatir lantaran ada kemungkinan bisa mendapat tambahan anggaran, pendapatan asli daerah yang meningkat, atau ada kegiatan yang bisa diefisienkan kembali.
"Memang belum tersedia semua untuk satu tahun. Tapi kami sudah optimal untuk menggeser anggaran," katanya.
Dia menyebut, anggaran yang bersifat pelayanan publik, infrastruktur, dan belanja modal tidak terganggu. Pengurangan terjadi pada kegiatan perjalanan dinas. Selain itu, rapat tempat di hotel yang kini diarahkan untuk optimalisasi penggunaan kantor dinas.
"Makan bergizi ini ini hanya masalah skala prioritas dan tidak mengganggu postur keuangan. Prioritas untuk yang penting-penting," ucapnya.
Susmiarto menuturkan, saat ini rencana anggaran tengah masuk dalam tahapan evaluasi gubernur. Sementara terkait teknis program makan bergizi gratis, dia menjelaskan masih menunggu arahan dari pusat.
"Instansi mana yang akan melaksanakan kami belum tahu. Terpenting kami sediakan anggarannya bersama dewan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Rira Meuthia menyebut, ada tujuh sekolah dasar dan dua taman kanak-kanak yang terpilih untuk menyelenggarakan uji coba makan bergizi gratis.
"Uji coba tersebut ini dilakukan antara PT Sarihusada Generasi Mahardhika bersama Indonesia Food Security Review," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita