SLEMAN - Rumah sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) menghadirkan layanan terbaru dalam bidang ortopedi.
Berupa teknologi robotik yang mampu mengurangi risiko kesalahan medis, serta cepat dan tepat dalam menangani pasien.
Direktur RSA UGM, Dr. Darwito mengatakan teknologi canggih ini diharapkan juga mampu mempercepat proses pemulihan pasien, dan menjadi solusi utama kasus-kasus kompleksitas ortopedi.
Langkah konkret pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi tersebut kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis.
"RSA UGM mengalami perjalanan panjang, mulai dari berdirinya klinik darurat saat letusan Merapi hingga menjadi rumah sakit pendidikan yang diakui nasional," kata Dr. Darwito usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra strategis di Grha Sabha Pramana UGM Rabu (11/12/2024).
Dengan hadirnya layanan robotik ortopedi, pihaknya optimistis dapat mencapai 1.000 operasi per bulan dengan dukungan 202 tenaga medis terbaik.
RSA UGM adalah bagian dari UGM, terus bersinergi dengan fakultas-fakultas mewujudkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia menyebut pentingnya peran RSA UGM sebagai rumah sakit pendidikan yang menjawab tantangan di bidang riset dan inovasi.
Sebagaimana rumah sakit di luar negeri dan dekat dengan universitasnya, RSA UGM harus menjadi model rumah sakit pendidikan sesungguhnya di Indonesia.
“Kita tidak hanya berbicara tentang pelayanan hari ini, tetapi juga pengembangan masa depan melalui riset dan inovasi yang mendalam,” kata Ova.
Peluncuran layanan robotik ortopedi merupakan langkah strategis RSA UGM untuk menjadi pusat unggulan bidang kesehatan, terutama dalam penanganan kanker, jantung, stroke, ibu dan anak, serta wisata kesehatan (health tourism).
"Layanan robotik ortopedi dapat memberikan presisi tinggi dalam penanganan bedah tulang, mengurangi risiko kesalahan, dan mempercepat proses pemulihan pasien," ucapnya.
Teknologinya menjadi solusi utama dalam menangani kasus-kasus kompleks, seperti trauma tulang, penggantian sendi, hingga kelainan struktural lainnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin